Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Perjuangan Rinda Anisatul Laila Wujudkan Mimpi jadi Digital Preneur Muda lewat Mbaknda BUSINESS_BLT

Anggi Septian A.P. • Jumat, 8 Agustus 2025 | 23:53 WIB
Owner Mbaknda BUSINESS_BLT, Rinda Anisatul Laila saat menerima penghargaan pada Juli lalu di Malaysia
Owner Mbaknda BUSINESS_BLT, Rinda Anisatul Laila saat menerima penghargaan pada Juli lalu di Malaysia

RADAR BLITAR - Di balik nama unik "Mbaknda BUSINESS_BLT", tersimpan kisah inspiratif seorang gadis muda asal Plosorejo, Kademangan, Kabupaten Blitar.

Dialah Rinda Anisatul Laila (20), mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Malang Kampus 3, yang juga merintis bisnis online penuh semangat. Meski masih berstatus mahasiswa, ia dikenal sebagai digitalpreneur muda yang pantang menyerah.

Semua bermula dari keinginan sederhana: ingin mandiri secara finansial, bermanfaat untuk orang lain, dan bisa berkarya di mana saja.

Korek api lucu, salah satu produk Mbaknda BUSINESS_BLT
Korek api lucu, salah satu produk Mbaknda BUSINESS_BLT

Rinda kecil telah jatuh cinta dengan dunia wirausaha sejak SD. Ia mulai dengan menjual nasi goreng yang dititipkan ke kantin sekolah. Lalu, ketika teman-temannya bermain umbul dan stik, Rinda melihat peluang. Ia pun berjualan dari satu teman ke teman lain saat jam istirahat.

"Dari kecil saya sudah senang berjualan. Rasanya senang bisa punya uang sendiri dan tidak merepotkan orang tua," ujar Rinda yang akrab disapa Mbaknda.

Nama "Mbaknda BUSINESS_BLT" sendiri memiliki makna mendalam. "Mbaknda" diambil dari nama panggilannya. Kata "BUSINESS" ditulis kapital sebagai simbol keseriusan dan perjuangan yang dimulai dari nol. Sedangkan "BLT." menandakan lokasi usahanya: Kabupaten Blitar.

Kini, usahanya telah berkembang. Ia menjual berbagai barang custom, menerima pesanan kuliner, produk kreatif, hingga perabotan rumah tangga. Semua ia kerjakan dengan ketulusan dan semangat. Bagi Rinda, setiap pesanan bukan sekadar transaksi, tapi bentuk kepercayaan yang harus dijaga.

"Saya jatuh bangun, pernah ditolak, diremehkan. Tapi semua itu justru jadi penyemangat. Saya percaya, memulai lebih penting daripada menunggu sempurna," tuturnya.

Salah satu momen paling dramatis dalam perjalanannya terjadi saat ia mencoba berjualan dengan gerobak. Hujan deras, badai angin, hingga tidak adanya payung di gerobaknya membuatnya harus bertahan seharian hanya dengan hasil Rp10 ribu. Namun, dari sanalah ia belajar arti kegigihan dan tekad.

"Dari pengalaman itu saya sadar, sukses itu tidak datang tiba-tiba. Kita harus tahan banting dan terus bangkit. Gagal itu bagian dari proses," katanya tegas.

Kesibukan kuliah tidak menyurutkan langkahnya. Setiap hari, ia membawa barang dagangan ke kampus, melakukan COD saat berangkat kuliah, dan menerima laundry dari teman-teman asrama saat pulang. Bahkan, ketika rapat organisasi, ia tidak pernah datang dengan tangan kosong.

"Organisasi juga ladang peluang. Di situlah saya belajar komunikasi, manajemen waktu, dan juga berjualan!" ujarnya sambil tertawa.

Yang membanggakan, Rinda adalah alumni SMK 3 Blitar, jurusan Tata Boga, yang menjadi tempat ia menempa semangat dan keterampilan wirausaha. "Terima kasih kepada bapak-ibu guru SMK 3 Blitar. Tanpa mereka, saya tak akan sampai di titik ini," kenangnya haru.

Kini, dengan semangat yang terus membara, Rinda berharap Mbaknda BUSINESS_BLT bisa membuka lapangan kerja untuk anak-anak muda. Ia ingin usahanya berkembang, konsisten, dan mampu menjawab tantangan zaman.

"Saya ingin usaha ini jadi jalan rezeki bagi anak-anak muda yang mau sukses di usia muda. Jangan takut gagal, dan jangan dengarkan suara negatif. Jadikan itu bahan bakar untuk maju," pesannya penuh semangat.

Cerita Rinda adalah bukti bahwa usia muda bukan halangan untuk sukses. Justru di usia muda, mimpi harus diperjuangkan sekuat tenaga. Karena, seperti kata Rinda, "Setiap orang punya jalannya sendiri. Yang penting, mulai dulu, jangan tunggu sempurna."(*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#Mbaknda #Rinda Anisatul Laila