BLITAR – Sebanyak 23 peserta pelatihan kompetensi barbershop resmi dinyatakan kompeten pada Jumat (8/8/2025).
Hasil tersebut usai mereka mengikuti pelatihan dan uji kompetensi yang didanai dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Mereka berhak mendapatkan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar, Antonius Nanang Adi Putranto mengatakan, peserta berasal dari beragam latar belakang.
Sebanyak 5 orang merupakan keluarga petani tembakau, 15 orang dari jalur pendaftaran umum, dan 3 orang lainnya hasil rekomendasi musyawarah rencana pembangunan (musrenbang).
Pelatihan ini berusaha merangkul semua kalangan, terutama keluarga petani tembakau. Bahkan, ada peserta yang rumahnya paling jauh, yakni Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung. Dia tetap semangat untuk mengikuti pelatihan hingga selesai.
"Semua peserta direkomendasikan kompeten oleh lembaga sertifikasi profesi. Sertifikat ini bisa digunakan untuk bekerja, berusaha, atau berwirausaha di bidang potong rambut atau barbershop," katanya.
Setelah dinyatakan lulus, peserta masih akan mengikuti program magang selama lima hari untuk mematangkan keterampilan.
Menurut Nanang, beberapa peserta sebelumnya bahkan sudah pernah mengikuti pelatihan serupa di luar dengan biaya Rp 3,5 juta, tapi belum mendapatkan sertifikat. Dengan begitu, peserta itu ikut pelatihan lagi yang diselenggarakan oleh Disnaker Kabupaten Blitar tanpa biaya.
Bahkan mendapatkan sertifikat kompetensi dan tentu tidak akan membuat kecewa peserta terkait manfaatnya.
"Di sini, mereka melakukan uji kompetensi gratis dan mendapat sertifikat resmi. Harapannya, keterampilan yang diperoleh tidak hanya bermanfaat di Blitar, tetapi juga bisa membuka peluang kerja di luar daerah," ujarnya.
Pelatihan barbershop ini merupakan satu dari sembilan skema pelatihan kompetensi yang dibiayai DBHCHT tahun ini. Hingga saat ini, enam skema telah dilaksanakan dan tiga sisanya dijadwalkan menyusul.
Sebelumnya, Disnaker Kabupaten Blitar telah menyelenggarakan beberapa pelatihan kerja. Di antaranya, digital marketing, make-up artist (MUA), teknis sound elektrik, barista, dan koki.
Semua pelatihan itu dilaksanakan untuk mengurangi angka pengangguran. “Kami berharap dengan adanya seluruh skema pelatihan yang dijalankan, benar-benar bisa diaplikasikan di dunia kerja,” pungkas Nanang. (jar/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah