Blitarkawentar.jawapos.com – Dunia digital marketing terus berkembang dan menghadirkan peluang baru bagi siapa saja yang ingin mencari penghasilan tambahan. Salah satunya adalah melalui Shopee Affiliate, sebuah program yang memungkinkan pengguna mendapat komisi dari setiap produk yang terjual lewat link yang dibagikan.
Namun, tidak semua orang bisa langsung sukses. Seorang kreator bernama Hendra Setyo membagikan pengalamannya lewat channel YouTube. Ia menekankan bahwa perjalanan di Shopee Affiliate tidak instan, bahkan bisa terasa sangat sepi di dua bulan pertama.
Meski awalnya berat, kini ia berhasil meraih penghasilan stabil bahkan hingga puluhan juta rupiah setiap bulan. Perjuangan ini menjadi bukti bahwa konsistensi dan strategi yang tepat dapat mengubah akun kecil menjadi mesin cuan besar di Shopee Affiliate.
Sepi di Awal, Tantangan Nyata Affiliate Pemula
Banyak orang mengira bahwa bergabung dengan program afiliasi langsung menghasilkan uang cepat. Faktanya, menurut Hendra, dua bulan pertama justru terasa paling menyiksa.
Views nyaris nol, traffic seakan tidak bergerak, dan komisi hampir tidak ada. Pada saat itu, ia hanya mampu menutup biaya operasional live streaming dengan sisa yang sangat minim. “Pernah hanya tersisa Rp50 ribu setelah semua kebutuhan dipotong,” ungkapnya.
Rasa frustasi pun sering muncul. Tidak jarang ia berpikir untuk berhenti karena algoritma Shopee dianggap terlalu berat. Namun, justru di titik inilah konsistensi diuji.
Butuh Waktu untuk Panas
Menurut Hendra, algoritma Shopee berbeda dengan TikTok. Jika di TikTok sebuah video bisa langsung viral, maka di Shopee prosesnya jauh lebih lambat. Dibutuhkan waktu 2 hingga 3 bulan hingga akun mulai mendapatkan exposure.
“Shopee itu lama panasnya. Tapi kalau sudah kena algoritma, hasilnya luar biasa,” jelasnya. Ia sendiri mengaku baru merasakan hasil signifikan setelah tiga bulan aktif mengunggah konten.
Kesabaran menjadi kunci utama. Kreator yang berhenti di tengah jalan karena tidak sabar menunggu biasanya tidak akan pernah merasakan potensi besar dari program ini.
Menemukan Winning Product
Setelah melewati masa sulit, titik balik datang ketika Hendra menemukan winning product. Barang-barang sederhana seperti rak, vacuum cleaner, hingga blender portable justru menghasilkan banyak penjualan.
Menurutnya, pemilihan produk sangat menentukan. Jangan hanya mengejar komisi besar, tetapi fokus pada produk yang ramai dicari masyarakat. “Komisi kecil tapi traffic tinggi lebih menguntungkan daripada komisi besar tapi sepi peminat,” tegasnya.
Dengan pendekatan ini, penjualannya mulai meningkat. Satu demi satu produk laris, dan akun Shopee Affiliate miliknya mulai dikenal lebih luas.
Strategi Konten: Konsistensi dan Kreativitas
Hendra mengaku strategi konten juga berperan penting. Awalnya ia hanya melakukan mirroring, yaitu mengunggah ulang video dari TikTok ke Shopee. Meski sederhana, cara ini tetap mampu mendatangkan traffic.
Namun, ia menyarankan bagi yang ingin fokus penuh agar membuat konten khusus Shopee. Video yang disesuaikan dengan target konsumen akan lebih efektif menarik perhatian.
Selain itu, ia juga memanfaatkan live streaming. Dengan bantuan co-host, interaksi dengan penonton lebih intens. Hasilnya, omzet live streaming bisa tembus Rp30 juta per hari.
Rahasia Algoritma dan Hashtag
Tidak berhenti di situ, Hendra membocorkan trik algoritma Shopee Affiliate. Ia menyarankan untuk rutin mengunggah konten tanpa terlalu khawatir dengan jumlah views. “Upload saja terus, biarkan algoritma bekerja,” katanya.
Penggunaan hashtag viral juga menjadi faktor penting. Hashtag berwarna kuning yang muncul di platform sering kali menandakan tren. Dengan memanfaatkannya, peluang konten masuk ke rekomendasi semakin besar.
Langkah kecil ini ternyata sangat efektif meningkatkan penjualan.
Dari Sepi ke Puluhan Juta
Perlahan, hasil kerja kerasnya membuahkan hasil. Dari penghasilan yang nyaris tidak ada di awal, kini Hendra bisa menikmati komisi hingga Rp5 juta per hari. Targetnya, ia berharap segera menembus omzet Rp50–70 juta per hari lewat live streaming dan promosi produk.
Kisah ini membuktikan bahwa Shopee Affiliate memang bukan jalan pintas. Tetapi dengan konsistensi, strategi produk, dan pemanfaatan algoritma, peluang cuan besar terbuka lebar.
Motivasi untuk Pemula
Bagi pemula, Hendra berpesan agar jangan mudah menyerah. Dua bulan pertama memang sepi, namun itu adalah fase yang harus dilewati. “Saya pun dulu merasakan hal sama. Kalau saya berhenti, mungkin tidak akan sampai di titik ini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa rezeki setiap orang sudah diatur. Yang terpenting adalah berusaha, terus belajar, dan konsisten menjalani proses.
Shopee Affiliate memang penuh tantangan, tetapi juga menyimpan peluang besar. Bagi siapa saja yang berani mencoba dan sabar melewati masa awal yang berat, hasil puluhan juta rupiah bukanlah hal yang mustahil.
Editor : Anggi Septian A.P.