BLITAR - Di tengah banyaknya inovasi produk olahan saat ini. Ada satu inovasi produk menarik dan unik dibuat oleh Robiyatul Adawiyah, warga Desa/Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Yakni olahan dari telur asin menjadi krupuk. Kini produk olahan khas ini mampu menembus pasar nasional bahkan hingga mancanegara.
Robiatul Adawiyah yang akrab disapa Bu Wawan, kini termasuk salah satu pelaku UMKM yang harus diperhitungkan. Produk andalannya, kerupuk dari olahan telur asin telah mengangkat namanya hingga pasar luar negeri.
Berawal beternak bebek sejak 2008, memanfaatkan peluang yang ada, dia berinisiatif untuk mengolah telur bebek menjadi olahan telur asin pada 2016 lalu. Kemudian memasarkannya dari toko, warung, hingga sempat berjual mengasong di jalan. “Lambat laun usaha saya berkembang, dan bisa kirim ke luar daerah,” ujarnya perempuan ramah ini.
Namun pandemi Covid-19 sempat memukul telak usahanya. Distributor dari luar daerah yang biasanya menerima produknya harus berhenti, beberapa distributor lain juga demikian. Menghadapi kendala tersebut, membuatnya harus putar otak.
“Waktu memang kondisinya cukup berat. Distribusi telur macet total. Jadi harus memikirkan solusi dengan cepat saat itu juga,” ungkapnya.
Akhirnya, pada 2019, setelah melakukan beberapa percobaan, hingga menemukan formula baru produk olahan dari telur asin, yakni krupuk telur asin. Awalnya memang sempat terkendala pemasaran, namun seiring dengan semakin gencarnya promosi yang dilakukan.
Dan ternyata produk baru ini mendapatkan sambutan positif dari pasar. “Banyak telur asin yang tersedia dan bingung mau dikemanakan, akhirnya saya coba-coba membuat kripuk telur asin ini,” terangnya.
Lewat produk olahan telur asin ini, lambat laun produknya mulai berkembang. Diperjualkan dengan beberapa varian rasa, mentahan ataupun matang, serta dikemas dengan kemasan yang beraneka ragam serta menarik menambah daya tarik konsumen untuk membeli.
Tidak hanya sampai disitu, dia juga mulai mengembangkan produk olahan lainnya seperti telur asin asap hingga cookis telur asin. “Kami terus melakukan inovasi dan mengembangkan bahan dasar yang ada, dan ternyata diterima dengan baik oleh pasar. Kini juga melebar ke sirup buah dan beberapa produk lainnya,” bebernya.
Produk kerupuk telur asin kini menjadi salah satu ikon utama UMKM binaan Dinas Koperasi Jawa Timur. Bahkan produknya sudah beberapa kali ikut ajang lomba atau event.
Salah satunya, pernah mewakili Blitar dalam ajang lomba UMKM tingkat provinsi, bahkan berhasil masuk 15 besar. “Pada Agustus 2025 ini kami dijadwalkan untuk mengikuti pameran produk UMKM di Jakarta,” akunya.
Saat ini, Bu Wawan dibantu tiga karyawan terus berproduksi dan konsisten dengan olahan inovasi. Kunci berhasil adalah terus konsisten berinovasi untuk mengeluarkan produk-prduk olahan yang beda dari yang lain, serta berkualitas. Kini, permintaan konsumen datang dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Lampung, dan Palembang, namun juga mulai datang permintaan dari luar negeri.
“Pesan saya, jangan takut mencoba hal baru. Walaupun dunia mentertawakanmu, tetaplah fokus pada dirimu sendiri. Dengan tekad, usaha, dan doa, insyaallah akan ada jalan,” tutupnya memberi semangat. (*/ady) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah