Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Rahasia Sukses Rindra, Pemilik Kafe di Blitar yang Menemukan ‘Faktor X’ dari Hobi Nongkrong

Axsha Zazhika • Senin, 8 September 2025 | 23:00 WIB

 

Rahasia Sukses Rindra, Pemilik Kafe di Blitar yang Menemukan ‘Faktor X’ dari Hobi Nongkrong
Rahasia Sukses Rindra, Pemilik Kafe di Blitar yang Menemukan ‘Faktor X’ dari Hobi Nongkrong

BLITAR – Dari sekadar hobi nongkrong, Rindra Prasetio kini berhasil mendirikan Kampnh Coffee & Space di Desa Tulungrejo, Gandusari, Kabupaten Blitar. Kafe yang berdiri sejak 2021 itu tak sekadar menyajikan minuman kopi, tapi juga menghadirkan pengalaman ngopi yang berbeda.

Rindra menemukan sebuah insight unik atau yang ia sebut sebagai “faktor X” dalam kopi. Menurutnya, rasa kopi tidak hanya ditentukan oleh petani, roaster, atau barista, tapi juga suasana dan dengan siapa kopi itu dinikmati. “Kopi seenak apapun kalau suasananya tidak nyaman atau kita sedang ribut sama pasangan, ya rasanya tidak akan enak. Faktor X ini yang bikin kopi jadi lebih bermakna,” ujar Rindra.

Keyword utama “bisnis kopi” menjadi pijakan Rindra untuk mengembangkan kafenya. Ia percaya bahwa bisnis kopi tak bisa hanya mengandalkan rasa, tapi juga ambience yang membuat orang betah berlama-lama.

Kampnh Coffee & Space sendiri berdiri di lahan milik Perhutani, tepat di jalur menuju wisata Hutan Pinus Loji dan pendakian Gunung Kelud. Lokasinya yang tersembunyi di pinggir hutan membuat kafe ini memiliki daya tarik tersendiri. Rindra mengakui, awalnya orang tuanya pun tidak tahu kalau dirinya membangun kafe. “Tahunya saya buka warung biasa, padahal investasi yang saya keluarkan cukup besar,” katanya sambil tersenyum.

Nama Kampnh diambil dari distrik di Belanda yang terkenal sebagai penghasil kopi. Rindra merasa cocok karena suasana sekitar hutan pinus di Blitar mengingatkannya pada nuansa Eropa. “Saya ingin bikin tempat nongkrong yang proper tapi tetap dekat dengan alam,” jelasnya.

Perjalanan bisnis kopi ini tentu tidak mulus. Saat awal buka, kafe ramai hingga waiting list mencapai 10–15 antrean per hari. Namun setelah viral beberapa bulan, pengunjung mulai menurun. Rindra sempat berpikir untuk menyerah. Ia bahkan harus menjual motor dan mobil demi menjaga gaji karyawan tetap berjalan.

“Bagi saya, karyawan harus tetap makan lebih dulu. Kalau harus jual aset, ya saya lakukan. Itu bentuk loyalitas saya,” ungkapnya.

Untungnya, perlahan Kampnh Coffee kembali menemukan ritmenya. Lokasinya yang jauh dari kota justru menarik konsumen yang ingin mencari suasana berbeda. Rindra menyebut banyak pegawai, mahasiswa, hingga wisatawan yang kini menjadi pelanggan tetap.

Meski bukan berasal dari latar belakang bisnis F\&B, Rindra belajar banyak dari istrinya yang pernah bekerja di coffee shop. Dari sana, ia memahami bahwa konsistensi rasa dan pelayanan menjadi kunci keberlangsungan usaha.

Namun, sekali lagi ia menegaskan bahwa yang paling membedakan Kampnh Coffee adalah “faktor X” tadi. “Kopi itu lebih dari sekadar rasa. Orang datang ke sini karena ingin merasakan ambience, kebersamaan, dan cerita di balik secangkir kopi,” tuturnya.

Kini, setelah tiga tahun berjalan, Kampnh Coffee & Space sudah punya pasar loyal. Tantangan berikutnya adalah memperluas jangkauan tanpa kehilangan identitasnya. Bagi Rindra, bisnis kopi adalah kanvas baru dalam hidupnya. Tempat di mana ia bisa belajar, jatuh, bangkit, dan terus berkarya.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#blitar #Kampnh Coffee #bisnis kopi