Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dari Anak Mandor Jadi Pemilik Kafe Hits di Lereng Kelud, Kisah Inspiratif Rindra

Axsha Zazhika • Selasa, 9 September 2025 | 00:00 WIB

 

Dari Anak Mandor Jadi Pemilik Kafe Hits di Lereng Kelud, Kisah Inspiratif Rindra
Dari Anak Mandor Jadi Pemilik Kafe Hits di Lereng Kelud, Kisah Inspiratif Rindra

BLITAR – Kisah inspiratif datang dari seorang pemuda asal Blitar. Namanya Rindra Prasetio, anak seorang mandor perkebunan, yang kini berhasil mendirikan kafe hits bernama Kampnh Coffee & Space di lereng Gunung Kelud.

Perjalanan hidup Rindra jauh dari kata mudah. Ia harus menghadapi jatuh bangun usaha, kehilangan orang tua, hingga berjuang keluar dari kebiasaan buruk. Namun, tekadnya untuk bangkit membuatnya mampu meraih kesuksesan.

“Waktu sudah bisa kerja dan punya uang, saya pengin membahagiakan Bapak. Tapi malah beliau sakit lalu meninggal. Rasanya enggak adil,” kata Rindra mengenang masa kelam hidupnya.

Baca Juga: Pemkab Blitar Punya PR Besar Tekan Kasus Bayi Prematur, Ini Data Angka Kematian Ibu

Dari Anak Mandor ke Dunia Usaha

Rindra tumbuh di keluarga sederhana. Ayahnya hanya seorang mandor perkebunan, sedangkan ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Surabaya. Sejak lulus sekolah, ia langsung merantau untuk bekerja.

Pernah ia hanya digaji Rp400 ribu per bulan saat menjadi helper di Surabaya. Dari situlah ia belajar arti perjuangan. Sedikit demi sedikit, Rindra menabung hingga bisa membuka usaha kecil penyewaan perlengkapan outdoor.

Sayangnya, toko itu tidak bertahan lama karena kalah bersaing dengan maraknya penjualan online. Meski jatuh, Rindra tidak berhenti bermimpi.

Baca Juga: Pegiat Antinarkoba GMDM Kota Blitar Kawal Proses Hukum Kasus Ladang Ganja: Beri Efek Jera Pelaku

Lahirnya Ide Coffee Shop di Lereng Kelud

Sejak 2017, Rindra kerap nongkrong di Desa Tulungrejo, Gandusari, kawasan jalur pendakian Gunung Kelud. Dari situlah muncul ide membuka coffee shop dengan suasana alam hutan pinus.

Akhirnya, pada 2021, ia bersama sang istri dan rekan bisnis mewujudkan ide itu dengan mendirikan Kampnh Coffee & Space. Nama “Kampnh” ia ambil dari sebuah distrik penghasil kopi di Belanda, yang dinilai selaras dengan suasana pinus di Loji.

“Kalau kopi itu enggak hanya soal rasa. Tapi juga soal tempat dan dengan siapa kita menikmatinya,” ucapnya.

Baca Juga: Dispora Kota Blitar Peringati Haornas Ke-42 dan Gelar Liga Pelajar 2025, Wali Kota Mas Ibin: Junjunglah Sportivitas

Awal Mula Ramai, Lalu Sepi

Saat baru dibuka, Kampnh Coffee langsung viral di media sosial. Banyak pengunjung rela antre hingga 15 waiting list per hari. Bahkan saat weekend, kafe bisa kedatangan 100 pelanggan lebih.

Namun, keramaian itu tidak berlangsung lama. Setelah enam bulan, jumlah pengunjung menurun drastis. Rindra mengaku sempat terpikir untuk menyerah.

“Tapi kemudian saya sadar, yang saya jual bukan hanya menu kopi, tapi juga suasana. Itu value lebih Kempen,” ujarnya.

Baca Juga: Mengenal Sosok Perempuan Blitar Sukses Jadi Top Model Duta Pustaka Jatim 2025

Tantangan dan Loyalitas

Untuk menjaga usaha tetap berjalan, Rindra bahkan rela menjual motor dan mobil. Ia lebih memilih memastikan karyawannya tetap mendapat gaji layak.

“Bagi saya, tanggung jawab utama adalah memberi makan mereka dulu. Saya belakangan saja,” tegasnya.

Keputusan itu terbukti tepat. Perlahan, usaha kembali stabil. Kini, Kampnh Coffee punya pelanggan tetap, mulai dari pegawai kantoran, mahasiswa, hingga wisatawan yang mencari suasana berbeda di pinggir hutan.

Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia September 2025: Siapkah Garuda Hadapi Lebanon di Surabaya?

Perubahan Hidup

Selain dunia usaha, Rindra juga mengalami perubahan besar dalam hidup pribadinya. Ia berhenti dari kebiasaan minum minuman keras dan mulai menata hidup bersama istri.

“Istri saya orang yang sabar. Dia enggak pernah melarang, tapi dengan sikapnya saya akhirnya sadar dan berubah,” katanya.

Kini, di usianya yang ke-31, Rindra bersyukur bisa membangun sesuatu yang bermanfaat. Kafe yang dirintisnya bukan sekadar tempat ngopi, melainkan ruang untuk menemukan kedamaian di tengah alam.

Baca Juga: Inner Courtyard Jadi Jantung Rumah Rimbun Cirebon Karya Studio Nadi

Harapan ke Depan

Meski sudah dikenal banyak orang, Rindra tidak jumawa. Ia sadar bisnis F\&B penuh tantangan dan persaingan. Fokusnya sekarang adalah menjaga stabilitas usaha agar bisa terus bertahan.

“Yang penting stabil. Bisa muter uang, bisa gaji anak-anak, dan ada dana darurat untuk tiga bulan operasional. Itu target saya,” jelasnya.

Bagi Rindra, perjalanan dari anak mandor perkebunan hingga menjadi pemilik coffee shop hits adalah bukti bahwa kerja keras dan keteguhan hati bisa membawa seseorang keluar dari keterpurukan.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Rindra Prasetio #Lereng kelud #Coffee Shop Blitar