BLITAR-Seorang anak muda di Blitar memulai perjalanan bisnisnya dari hal paling sederhana: jualan sedotan.
Kini, ia berhasil membangun kekayaan hingga Rp16 miliar.
“Awal mula itu enggak ada yang mewah. Aku cuma berjualan sedotan ke toko-toko, ditolak berkali-kali. Tapi aku terus belajar dan nggak malu,” ujarnya.
Perjalanan dari titik nol ini menekankan satu hal: mentalitas lebih penting daripada uang.
Ia menegaskan, fokus awal adalah pengembangan diri, bukan mencari uang cepat.
Skill, disiplin, dan integritas adalah fondasi utama sebelum meraih pendapatan besar.
Setelah pengalaman jualan sedotan, ia mulai menekuni skill lain yang lebih bernilai, seperti video editing dan copywriting.
Uang pertama yang ia dapat bukan besar, tapi cukup untuk menyalakan motivasi.
“Rp5 juta atau Rp10 juta pertama itu bara kecil. Kalau dikipasi, bisa jadi api unggun yang besar,” katanya.
Kunci kesuksesan berikutnya adalah membangun sistem dan tim.
Ia menekankan, jangan semua dikerjakan sendiri.
Dengan mendelegasikan tugas, fokus bisa tetap pada pengembangan usaha dan strategi pemasaran.
Ia mencontohkan, awalnya mengelola semua sendiri: editing video, sales, bahkan lead generation.
Seiring waktu, ia mulai melatih junior editor untuk menangani sebagian proses.
“Awalnya mereka skill-nya nggak sama dengan aku, tapi dengan shadowing dan training, mereka bisa lebih jago. Itu yang bikin usaha berkembang,” jelasnya.
Selain skill dan sistem, manajemen uang juga menjadi perhatian penting.
Uang yang dihasilkan bukan untuk foya-foya, melainkan untuk investasi dan membangun modal permanen.
Strategi compounding menjadi senjata untuk menjaga pertumbuhan kekayaan.
Ia memberi pesan tegas: jangan cepat puas.
Banyak orang berhenti setelah pendapatan stabil, lalu terjebak dalam gaya hidup boros.
Kesombongan adalah jebakan terbesar.
“Kalau uang datang lebih cepat daripada mentalitasmu, bersiaplah jatuh. Mentalitas harus selalu di depan,” katanya.
Kisahnya juga menekankan pentingnya konsistensi.
Dari jualan sedotan, ia belajar sabar menghadapi penolakan.
Setiap skill baru diasah dengan tekun, dari sales hingga strategi digital marketing.
Kini, dengan sistem dan tim yang matang, ia mampu menangani klien hingga puluhan orang sekaligus.
Pendapatan yang dulu hanya belasan juta kini meningkat menjadi ratusan juta, bahkan miliaran.
Semua ini bukan kebetulan, tapi hasil kerja keras bertahun-tahun dan fokus pada pengembangan diri.
Bagi generasi muda Blitar, kisah ini jadi inspirasi nyata: kesuksesan besar bisa dimulai dari hal kecil.
Modalnya bukan hanya uang, tapi mentalitas, integritas, dan keberanian untuk terus belajar.
“Jangan remehkan hal kecil. Semua besar dimulai dari hal kecil yang dikerjakan konsisten dan sepenuh hati,” tutupnya.
Editor : Anggi Septian A.P.