Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bukan Cuma Soekarno, Blitar Kini Punya Ikon Baru: Permen Tape Khas Selopuro!

Ichaa Melinda Putri • Jumat, 19 September 2025 | 01:00 WIB
Bukan Cuma Soekarno, Blitar Kini Punya Ikon Baru: Permen Tape Khas Selopuro!
Bukan Cuma Soekarno, Blitar Kini Punya Ikon Baru: Permen Tape Khas Selopuro!

BLITAR-Jika bicara Blitar, orang biasanya langsung mengingat makam Bung Karno atau kuliner nasi pecel. Namun, ada satu produk lokal yang kini ikut mengangkat nama Blitar: permen tape khas Selopuro.

Produk yang lahir dari tangan Enny Herawati sejak akhir 1990-an ini sudah menjadi ikon oleh-oleh khas Blitar. Dengan cita rasa manis legit berpadu aroma khas tape singkong, permen ini bukan hanya camilan, melainkan juga representasi budaya lokal.

“Awalnya cuma coba-coba, karena bingung tidak ada pekerjaan tetap. Ternyata banyak yang suka, akhirnya diteruskan sampai sekarang,” tutur Enny saat ditemui di rumah produksinya.

Permen tape produksinya memiliki perjalanan panjang. Dari modal hanya Rp8.000, Enny sempat berhenti produksi akibat krisis ekonomi dan inflasi harga gula. Namun ia bangkit lagi dan kini produknya justru menembus pasar luar negeri, termasuk Hongkong dan Taiwan.

Meski dikenal di luar negeri, di Blitar sendiri permen tape ini kian melekat sebagai bagian dari identitas daerah. Hampir di setiap toko oleh-oleh, produk tersebut bisa ditemukan berdampingan dengan jenang dan camilan tradisional lainnya.

Menurut Enny, permintaan paling tinggi biasanya datang menjelang Lebaran. “Kalau musim ramai, sehari bisa sampai satu kuintal lebih. Orang cari permen tape untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh,” jelasnya.

Keberadaan permen tape Blitar sekaligus menjadi pengingat bahwa UMKM bukan hanya soal ekonomi, tapi juga pelestarian budaya. Produk ini menjaga cita rasa lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. “Kalau tidak diteruskan, sayang sekali. Padahal permen tape ini sudah jadi ciri khas Blitar,” tambah Enny.

Tak jarang, wisatawan yang berkunjung ke Blitar menyempatkan diri mampir membeli permen tape. Kehadirannya melengkapi daya tarik kota yang sudah lebih dulu dikenal lewat wisata sejarah dan religi.

Dengan posisi yang kian kuat sebagai ikon lokal, permen tape Selopuro layak mendapat perhatian lebih. Dukungan pemerintah, misalnya lewat promosi pariwisata dan pengembangan pasar, akan membuat produk ini semakin dikenal luas.

Bagi warga Blitar, permen tape kini bukan sekadar jajanan. Ia menjadi simbol kerja keras, ketekunan, dan kearifan lokal yang tumbuh dari desa kecil di Selopuro. Produk sederhana ini membuktikan bahwa identitas daerah bisa terjaga sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Editor : Anggi Septian A.P.
#budaya lokal #Oleh-oleh khas #Permen Tape Blitar