BLITAR KAWENTAR - Apple memperkenalkan varian baru dalam keluarga iPhone, yakni iPhone Air. Dengan desain paling tipis dan ringan, iPhone Air ditujukan untuk pengguna yang mengutamakan portabilitas. Namun, kompromi spesifikasi memunculkan tanda tanya soal daya tariknya di pasar.
iPhone Air hadir dengan ketebalan hanya 5,6 mm dan bobot 165 gram, menjadikannya iPhone paling ringan hingga kini. Strategi ini sejalan dengan lini produk Apple lain seperti MacBook Air dan iPad Air, yang menekankan mobilitas dan desain ramping. “Dia ngandelin desain tipis enteng buat jualan, Cuma 5,6mm dan beratnya 165 gram” ucap david gadgetin.
Namun, untuk mencapai desain tersebut, Apple memangkas beberapa fitur penting. iPhone Air hanya memiliki satu kamera, baterai lebih kecil, serta tetap menggunakan port USB 2.0 yang lambat. Dengan harga yang hanya berselisih sekitar 1,8 juta rupiah dari iPhone 17 Pro, perangkat ini dikhawatirkan sulit bersaing dengan model yang lebih unggul spesifikasi.
Baca Juga: IPhone 16 Akhirnya Rilis! Begini Panduan dan Cara Beli yang Aman di Indonesia
Fenomena ini mengingatkan pada kasus Samsung Galaxy S25 Edge, yang gagal di pasar karena harga tinggi namun spesifikasi tidak jauh dari model premium. Dalam beberapa bulan, harga S25 Edge turun drastis. Hal serupa bisa terjadi pada iPhone Air bila konsumen lebih memilih iPhone 17 atau iPhone 17 Pro.
Meski begitu, iPhone Air tetap bisa menarik segmen tertentu. Pengguna yang mengutamakan bobot ringan dan desain tipis, misalnya pekerja mobile atau pengguna kasual, mungkin akan menemukan nilai lebih dari perangkat ini.
iPhone Air adalah eksperimen Apple dalam menghadirkan smartphone tipis dan ringan. Namun, persaingan harga dan spesifikasi dengan model Pro membuat masa depan perangkat ini di pasar masih penuh tanda tanya.
Baca Juga: iPhone 16 Dijual Mulai dari 16 Jutaan, Berikut Rincian Harganya di Indonesia! Tertarik Upgrade?
Editor : M. Subchan Abdullah