Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Langkah Praktis Mendirikan Bank Sampah di Lingkungan Warga

Sarulloh Adi Prayoga • Senin, 29 September 2025 | 02:00 WIB
Mendirikan bank sampah tidaklah sulit. Modal utamanya bukan uang, melainkan kemauan dan kebersamaan. Dengan sembilan langkah praktis, masyarakat dapat membangun sistem pengelolaan sampah yang bernilai
Mendirikan bank sampah tidaklah sulit. Modal utamanya bukan uang, melainkan kemauan dan kebersamaan. Dengan sembilan langkah praktis, masyarakat dapat membangun sistem pengelolaan sampah yang bernilai

BLITAR KAWENTAR-  Mendirikan bank sampah tidaklah sulit. Modal utamanya bukan uang, melainkan kemauan dan kebersamaan. Dengan sembilan langkah praktis, masyarakat dapat membangun sistem pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

Bank sampah adalah konsep sederhana: warga menabung sampah yang sudah dipilah, lalu ditukar dengan nilai ekonomi. Ketua RT biasanya menjadi penggerak awal. “Kami mulai dengan sosialisasi ke warga, menjelaskan manfaat bank sampah. Setelah itu, baru mengajak mereka sepakat memilah sampah dari rumah,” ungkap salah satu pengurus.

Langkah berikutnya adalah membentuk pengurus resmi, memberi nama bank sampah, serta mengurus SK pengukuhan dari kelurahan. “Kalau sudah ada SK, program terasa lebih sah dan mudah mendapat dukungan,” kata seorang tokoh masyarakat. Setelah itu, ditentukan lokasi dan jadwal pengumpulan, umumnya dua minggu sekali.

Supaya hasil tabungan bernilai, pengurus bekerja sama dengan pengepul atau bandar sampah. Dengan begitu, harga jual sampah bisa dipastikan. Administrasi pun disiapkan: buku tabungan, formulir pendaftaran, hingga slip setoran. “Kami buat sistemnya mirip bank, jadi warga merasa benar-benar menabung,” jelas bendahara bank sampah.

Tidak berhenti di situ, bank sampah juga bisa membuat tabungan tematik: reguler, lebaran, qurban, hingga pendidikan. Warga bebas memilih menarik hasil tabungan dalam bentuk uang tunai, sembako, pulsa, bahkan emas. “Saya senang, sampah plastik di rumah sekarang bisa jadi tabungan sekolah anak,” ujar seorang ibu rumah tangga.

Dengan sistem yang sederhana, bank sampah mampu mengubah kebiasaan membuang sampah menjadi kebiasaan menabung. Program ini tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga meningkatkan ekonomi keluarga dan memperkuat solidaritas antarwarga.

Editor : M. Subchan Abdullah
#menjaga kebersihan #menabung #bank sampah #rumah tangga