Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Konsep Dasar yang Wajib Dipahami Trader Pemula

Anggi Septiani • Selasa, 7 Oktober 2025 | 03:40 WIB
Konsep Dasar yang Wajib Dipahami Trader Pemula
Konsep Dasar yang Wajib Dipahami Trader Pemula

BLITAR-Support dan Resistance menjadi dua istilah paling penting dalam dunia trading, baik forex, saham, maupun kripto. Dengan memahami dua area ini, trader bisa memperkirakan arah pergerakan harga — apakah akan naik atau justru berbalik turun.

Dalam penjelasan video edukasi trading yang diunggah oleh seorang analis di media sosial, support dan resistance diibaratkan seperti sebuah bola yang dilempar ke atap dan memantul ke lantai.

Area resistance adalah “atap” tempat harga sering memantul ke bawah, sementara support adalah “lantai” tempat harga memantul ke atas.

Ketika harga menyentuh resistance, biasanya terjadi tekanan jual yang membuat harga turun. Sebaliknya, ketika menyentuh support, tekanan beli meningkat hingga harga memantul naik lagi. Pola ini menjadi dasar bagi banyak trader untuk menentukan posisi beli atau jual.

Menurut narasi dalam video tersebut, area penting bisa ditentukan di berbagai time frame, seperti H4 (4 jam) atau daily chart. Dua area pantulan saja sudah cukup untuk mengidentifikasi support dan resistance yang valid.Trader bisa menggunakan alat seperti horizontal line atau rectangle pada grafik harga untuk menandai area tersebut.

“Intinya, garis ini adalah area penting di mana market sulit menembus. Seperti bola yang tidak bisa menembus atap, harga pun sering kali mental di titik itu,” jelas sang narator.

Untuk mengetahui apakah area resistance kuat atau tidak, trader dapat menghitung berapa kali harga menyentuh area tersebut dan memantul kembali.
Jika area itu sudah disentuh berkali-kali tanpa tertembus, maka kekuatannya tinggi dan berpotensi menjadi sinyal reversal (pembalikan arah harga).

Namun, ketika muncul satu candle besar yang menembus dan menutup di atas resistance, itu menjadi tanda bahwa tekanan jual sudah kalah — pasar mulai beralih ke arah bullish.“Ketika candle kuat menutup di atas resistance, artinya tren bearish selesai dan pasar siap berbalik naik,” terang narasi dalam video tersebut.

, sering kali pasar melakukan retest atau koreksi ke area yang sudah ditembus. Fenomena ini dikenal sebagai break and retest, dan menjadi salah satu momen favorit para trader profesional untuk masuk posisi.

Misalnya pada pasangan mata uang EUR/USD, jika harga menembus resistance lalu kembali menguji area itu, maka banyak trader akan memanfaatkan momentum koreksi untuk membuka posisi buy. Support dan Resistance di Berbagai Pair

Dalam contoh lain di video, analis menunjukkan grafik AUD/USD yang memperlihatkan beberapa area pantulan kuat di level tertentu.
Dari situ, trader dapat menarik kesimpulan: area dengan dua atau lebih pantulan adalah area penting untuk memantau potensi pembalikan atau kelanjutan tren.

“Support dan resistance bukan hanya garis, tapi area dinamis yang menunjukkan psikologi pasar,” tambah sang narator.Dengan memahami konsep ini, trader bisa lebih siap membaca arah pasar, bukan sekadar menebak pergerakan harga.

Memahami support dan resistance bukan sekadar menggambar garis di grafik. Keduanya adalah representasi dari perilaku pasar — kapan banyak orang membeli, kapan banyak yang menjual.

Trader pemula disarankan untuk berlatih mengidentifikasi area-area penting ini di berbagai timeframe agar bisa menemukan titik masuk dan keluar terbaik.

Untuk panduan trading dan analisis teknikal lainnya, ikuti terus berita finansial terbaru hanya di Blitarkawentar.jawapos.com

Editor : Anggi Septian A.P.
#TradingForex #Blitar Kawentar