Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sandiaga Uno dan Raditya Dika Bahas Scale Up Bisnis, Suksesi, hingga Integritas

Nikmah Laila • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 01:00 WIB
Photo
Photo

BLITAR KAWENTAR – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020–2024, Sandiaga Uno, bersama komedian sekaligus pengusaha Raditya Dika membahas strategi bisnis dalam sebuah perbincangan santai. Topik yang diangkat mulai dari cara usaha naik kelas, regenerasi kepemimpinan, hingga pentingnya integritas dalam budaya bisnis di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Raditya Dika mengungkapkan tantangan membangun bisnis yang sangat bergantung pada dirinya sebagai figur publik. Ia mencontohkan kanal media yang menurun performanya ketika ia sibuk dengan aktivitas lain.Menanggapi hal itu, Sandiaga Uno menyebut model bisnis yang hanya bertumpu pada personal brand memang berisiko. Ia menyinggung kisah Colonel Sanders yang berhasil membawa KFC mendunia melalui sistem waralaba.

“Keberhasilan scale up adalah kemampuan membuat bisnis berjalan tanpa harus selalu bergantung pada pendirinya,” kata Sandiaga. Ia menilai diversifikasi produk menjadi langkah penting agar bisnis tetap hidup.Selain soal scale up, keduanya juga menyoroti masalah regenerasi. Sandiaga menegaskan, banyak perusahaan gagal bertahan karena tidak mempersiapkan suksesi sejak dini.

Menurutnya, pemimpin yang bijak justru menyiapkan lebih dari satu calon pengganti. Dengan begitu, kesinambungan organisasi tetap terjaga meski terjadi pergantian kepemimpinan. “Integritas adalah modal utama. Passion dan kemampuan bisa dilatih, tapi tanpa integritas sebuah usaha akan rapuh,” ujarnya. Sandiaga menambahkan, prinsip suksesi tidak hanya berlaku di bisnis, tetapi juga di dunia politik. Keberanian memberi ruang bagi generasi baru menjadi kunci keberlanjutan organisasi.

Dalam diskusi tersebut, isu integritas juga menjadi sorotan. Sandiaga menilai, masyarakat Indonesia masih kerap menoleransi pelanggaran kecil yang akhirnya membentuk budaya permisif.Padahal, kata dia, sejak dini anak-anak di Indonesia sudah diajarkan kejujuran. Namun, ketika memasuki dunia kerja atau birokrasi, nilai tersebut seringkali luntur.

“Integritas itu bukan sekadar kata-kata, tetapi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sandiaga. Ia menekankan pentingnya peran keluarga dan pendidikan untuk menjaga nilai tersebut agar tidak hilang di tengah budaya instan.

Raditya Dika juga menyoroti tren digital yang membuat konten cepat berubah relevansi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi agar sebuah usaha atau kanal media bisa bertahan lama.

“Collaboration is king. Kalau kolaborasi, pasti tumbuh bareng,” kata Raditya.Sandiaga menambahkan, strategi digital harus memperhatikan value proposition agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.Menutup perbincangan, Sandiaga Uno mengungkapkan rencananya setelah tidak lagi menjabat sebagai menteri. Ia berencana kembali ke dunia bisnis dengan fokus pada investasi berdampak (impact investing).

Model investasi ini, kata Sandiaga, tidak hanya mengejar keuntungan finansial tetapi juga menciptakan dampak sosial, lingkungan, dan penciptaan lapangan kerja.“Saya ingin lebih banyak membimbing generasi muda agar berani memulai usaha, membangun kepemimpinan, dan menciptakan solusi ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.

Editor : M. Subchan Abdullah
#ide bisnis #Teknologi Bisnis #Bisnis Global #BisnisLokal #Rahasia analisis bisnis #peluang bisnis handmade lokal #bisnis digital