BLITAR KAWENTAR - Raditya Dika punya cara pandang berbeda soal uang dan karier. Menurutnya, uang bukanlah tujuan utama bekerja, melainkan hasil alami dari nilai yang diberikan seseorang kepada orang lain.
Dalam perbincangan terbuka di YouTube, Raditya menjelaskan bahwa uang hanyalah “alat pertukaran nilai”. Seseorang yang memiliki keahlian tinggi dan memberikan manfaat besar akan otomatis mendapatkan imbalan yang lebih besar.
Namun untuk mencapai keahlian itu, kata Raditya, seseorang harus mencintai prosesnya. “Kalau mau jago di satu hal, harus bahagia saat melakukannya,” ujarnya. Ia mencontohkan bagaimana dirinya menikmati proses belajar menulis dan bercerita tanpa menganggapnya sebagai kewajiban. Rasa bahagia itulah yang menumbuhkan keahlian dan akhirnya menghasilkan nilai ekonomi.
Raditya menyebut bahwa keseimbangan antara keahlian, kebahagiaan, dan kebanggaan adalah kunci utama karier yang berkelanjutan. “Kalau kerja cuma buat uang, cepat capek. Tapi kalau karena cinta dan bangga, uang akan datang sendiri,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa dalam dunia modern yang serba cepat, banyak orang kehilangan makna dalam bekerja karena terjebak dalam rutinitas mengejar gaji. Padahal, kata Raditya, uang hanya mengikuti nilai yang kita tawarkan, bukan sebaliknya.
Melalui pengalamannya, Raditya Dika menegaskan pentingnya bekerja dengan nilai dan makna. Uang memang penting, tapi bukan segalanya. Ketika seseorang fokus pada proses dan kebahagiaan, penghargaan finansial akan datang sebagai konsekuensi alami.
Editor : M. Subchan Abdullah