Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

4 Usaha Sampingan di Desa yang Bisa Raup Untung Rp350 Ribu per Hari, Nomor 4 Tembus Omzet Rp120 Juta!

Dimas Galih Nur Hendra Saputra • Minggu, 19 Oktober 2025 | 22:00 WIB
4 Usaha Sampingan di Desa yang Bisa Raup Untung Rp350 Ribu per Hari, Nomor 4 Tembus Omzet Rp120 Juta!
4 Usaha Sampingan di Desa yang Bisa Raup Untung Rp350 Ribu per Hari, Nomor 4 Tembus Omzet Rp120 Juta!

BLITAR - Tinggal di desa bukan berarti terbatas dalam mencari peluang usaha. Justru, banyak ide bisnis sederhana yang bisa menghasilkan omzet besar jika dikelola dengan serius. Dalam video YouTube yang tengah viral, dibahas empat usaha sampingan di desa yang bisa menghasilkan minimal Rp350 ribu per hari—bahkan salah satunya mampu menembus omzet hingga Rp120 juta.

Berikut empat ide usaha desa yang bisa menjadi inspirasi bagi siapa pun yang ingin menambah penghasilan tanpa harus merantau ke kota.

1. Usaha Kardus Bekas: Dari Sampah Jadi Cuan
Siapa sangka, barang yang sering dianggap sampah ini justru bisa jadi sumber penghasilan besar. Di era maraknya belanja online, kardus bekas sangat dibutuhkan untuk kebutuhan packing barang. Banyak toko kelontong, minimarket, hingga supermarket membuang kardus setiap hari—padahal jika dikumpulkan dan dijual kembali, nilainya cukup fantastis.

Harga jual kardus bekas bervariasi antara Rp7.000 hingga Rp30.000 per buah, tergantung ukuran dan kondisi. Jika seorang pelaku usaha mampu menjual 10.000 unit kardus dengan harga rata-rata Rp15.000, omzet yang diraih bisa mencapai Rp150 juta.

Strateginya cukup sederhana: jalin kerja sama dengan toko atau supermarket untuk membeli kardus bekas dalam jumlah besar. Setelah itu, jual kembali melalui marketplace seperti Tokopedia atau Shopee. Modalnya kecil, tapi peluangnya besar—terutama jika dilakukan secara konsisten dan terukur.

2. Bisnis Jam Dinding dan Aksesori: Klasik tapi Tak Pernah Sepi
Produk jam dinding ternyata masih punya pasar besar. Setiap rumah, sekolah, dan kantor pasti membutuhkannya. Salah satu contoh sukses adalah penjual jam dinding merek Seiko yang berhasil menjual lebih dari 10.000 unit dengan harga Rp25.000 per buah. Artinya, omzet yang dihasilkan bisa mencapai Rp250 juta.

Keuntungan bisnis ini tak hanya dari penjualan produk utama. Pelaku usaha juga bisa menambah pendapatan lewat jasa servis jam, penggantian mesin jam, hingga penjualan tali jam tangan. Mesin jam yang dibeli seharga Rp11.700 bisa dijual kembali lewat jasa servis Rp40.000. Sementara tali jam yang modalnya Rp6.000 bisa dilepas hingga Rp30.000.

Kelebihan lain, bisnis ini bisa dijalankan dari rumah tanpa perlu toko besar. Cukup sediakan ruang kecil untuk servis dan penyimpanan stok, usaha ini bisa jadi ladang penghasilan tetap bagi warga desa.

3. Kerajinan Kayu: Estetika Bernilai Tinggi
Potensi alam di desa, terutama kayu, bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi. Contohnya, kerajinan kayu berupa meja lipat, rak tanaman, atau hiasan rumah. Produk semacam ini banyak diminati pasar kota besar karena tampilannya yang alami dan unik.

Meja lipat kayu yang dijual Rp304 ribu misalnya, sudah laku hingga 750 unit, menghasilkan omzet Rp228 juta. Padahal modal awalnya bisa sangat minim, terutama jika pengrajin memiliki keterampilan dasar pertukangan dan memanfaatkan kayu bekas.

Kunci keberhasilan bisnis ini terletak pada desain yang menarik dan pengerjaan yang rapi. Selain menjual produk jadi, pengrajin juga bisa membuka jasa custom untuk memenuhi permintaan pelanggan. Apalagi jika bahan baku berasal dari limbah pertanian, bisnis ini jadi lebih ramah lingkungan sekaligus berkelanjutan.

4. Fashion Anak: Pasar Tak Pernah Sepi
Segmen fashion anak termasuk paling stabil dan menjanjikan. Setiap tahun, jumlah bayi dan balita terus bertambah, sementara orang tua selalu mencari pakaian yang lucu, nyaman, dan berkualitas untuk buah hatinya.

Salah satu produk yang terbukti laku keras adalah setelan baju anak seharga Rp28.000 per potong. Produk ini mampu terjual hingga 3.200 unit dengan total omzet sekitar Rp89,6 juta. Kunci sukses bisnis ini terletak pada bahan berkualitas seperti katun halus, motif yang menarik, serta ketersediaan ukuran lengkap dari bayi hingga balita.

Karena bobot produknya ringan dan mudah dikirim, fashion anak sangat cocok dijual secara online. Dengan menjaga stok, memperhatikan feedback pelanggan, dan memperbarui model secara rutin, pelaku usaha bisa membangun bisnis jangka panjang dari rumah di desa.

Peluang Besar dari Desa untuk Dunia
Empat contoh usaha di atas membuktikan bahwa potensi desa sangat besar jika digarap dengan cerdas. Dengan biaya operasional lebih rendah dibanding kota, margin keuntungan yang didapat justru bisa lebih tinggi.

Kuncinya bukan pada jenis usaha yang mewah, tetapi pada kemampuan melihat peluang di sekitar. Kardus bekas, jam dinding, kerajinan kayu, hingga fashion anak bisa menjadi sumber penghasilan besar jika dijalankan dengan strategi dan konsistensi.

Bagi warga desa yang ingin menambah penghasilan, empat usaha sampingan di desa ini bisa menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi. Dari halaman rumah sendiri, peluang sukses kini bisa dimulai. 

 
Editor : Anggi Septian A.P.
#ide bisnis desa #usaha kardus bekas #fashion anak #kerajinan kayu #usaha sampingan di desa