Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

“Dari Minus ke Mini Food Estate: Kisah Bung Yadi Bangkit Lewat Ayoda Farm”

Annisa Nur Azzizah • Senin, 20 Oktober 2025 | 02:00 WIB

Bung Yadi bangkit dari keterpurukan lewat Ayoda Farm, mini food estate berlandaskan iman dan ketahanan pangan.
Bung Yadi bangkit dari keterpurukan lewat Ayoda Farm, mini food estate berlandaskan iman dan ketahanan pangan.

BLITAR KAWENTAR - Dari keterpurukan finansial dan kehilangan ibu, Bungaran Eka Suryadi atau akrab disapa Bung Yadi menemukan titik balik hidup melalui pertanian. Kini, lewat Ayoda Farm di Kota Tangerang, ia membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari lahan kecil, ketulusan, dan keyakinan kepada Allah.

Kisah Bung Yadi bermula saat hidupnya berada di titik terendah. Terlilit utang pinjol, kehilangan ibunda, dan meninggalkan salat selama berbulan-bulan, ia sempat mempertanyakan takdir. Namun, nasihat sederhana dari sang istri mengubah segalanya: “Perbaiki salatmu, Allah akan memperbaiki hidupmu.”

Dari situ, Bung Yadi mulai membangun kembali hidupnya. Ia memperbaiki ibadah, berdagang kecil-kecilan, hingga memanfaatkan keahliannya di bidang IT untuk mencari modal usaha. Puncaknya, setelah mendapat rezeki besar, ia dan keluarganya berangkat umrah sebuah perjalanan spiritual yang menjadi titik balik kehidupannya. “Sepulang umrah, rezeki saya justru diganti berkali lipat oleh Allah,” ujarnya.

Dari pengalaman itu, lahirlah Ayoda Farm, mini food estate yang berdiri di bawah Sutet, Jalan Pembangunan I, Poris Pelawad, Kota Tangerang. Di lahan sekitar 3.000 meter persegi, Ayoda Farm menanam selada hidroponik, melon, serta membudidayakan bebek, ikan nila, dan lobster air tawar. Konsepnya sederhana namun efektif: menghasilkan panen harian, mingguan, hingga bulanan untuk masyarakat sekitar.

Menariknya, semua sistem di Ayoda Farm menerapkan prinsip zero waste dan mandiri nutrisi dari pakan bebek hingga nutrisi tanaman, semuanya diracik sendiri untuk menekan biaya. “Kami mulai dari lahan kecil, yang penting tahu ilmunya dan konsisten,” kata Bung Yadi.

Kini Ayoda Farm tidak hanya menopang satu keluarga, tapi juga memberdayakan warga sekitar. Bahkan setiap tahun, Bung Yadi memberangkatkan satu karyawan umrah sebagai bentuk rasa syukur. “Bisnis harus disertai sedekah dan tawakal. Allah yang menemukan benang merah antara sosial dan profit,” tuturnya.

Kisah Bung Yadi menjadi bukti bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal lahan luas, tapi tentang semangat, keikhlasan, dan keyakinan. Dari lahan di bawah Sutet, ia menunjukkan bahwa pertanian bisa menjadi jalan ibadah sekaligus ekonomi yang berkelanjutan.

Editor : M. Subchan Abdullah
#Usaha kecil inspiratif #program inspiratif #kisah inspiratif