Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pengajar ITB Ungkap Fakta Mengejutkan: Keberuntungan Tentukan 50 Persen Kesuksesan Pengusaha, Bukan Cuma Kerja Keras

Rahma Nur Anisa • Selasa, 21 Oktober 2025 | 20:00 WIB

Semakin tinggi kondisi finansial seseorang, semakin banyak alternatif pilihan yang dimiliki
Semakin tinggi kondisi finansial seseorang, semakin banyak alternatif pilihan yang dimiliki

BLITAR KAWENTAR - Dalam sebuah kuliah yang menarik perhatian, Tirta Mandira Hudhi, pengajar paruh waktu di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung, mengungkapkan fakta yang jarang dibahas dalam dunia kewirausahaan bahwa keberuntungan berperan hingga 50 persen dalam kesuksesan seorang pengusaha.

Pernyataan kontroversial ini disampaikan Tirta sebagai tanggapan terhadap narasi populer yang menyatakan bahwa siapa saja bisa sukses berbisnis asalkan bekerja keras. "Yang tidak diceritakan banyak orang, 50 persen kesuksesan berasal dari keberuntungan," ungkap dokter yang juga aktif sebagai kreator konten ini.

Tirta, yang mengaku sebagai anak tunggal dari keluarga dengan latar belakang pendidikan dan finansial yang kuat, tidak segan membongkar privilege atau hak istimewanya sendiri. Ayahnya adalah direktur bank dan komisaris utama, sementara ibunya adalah dosen pertanian yang beralih ke perbankan. "Saya belajar literasi keuangan dari ayah. Saya belajar literasi perpajakan dari orang tua," akunya jujur.

Baca Juga: Nasib PSBI Blitar usai Terancam Gagal Jadi Tuan Rumah Liga 4

Ia kemudian menantang mahasiswa untuk menuliskan privilege yang mereka miliki, apakah dari segi pendidikan, kekuasaan, jaringan, atau finansial. Bagi yang tidak memiliki privilege sama sekali, Tirta menyarankan untuk menuliskan dengan jujur "Saya tidak punya privilege sama sekali."

Menurut Tirta, privilege ini sangat menentukan kecepatan seseorang mencapai kesuksesan finansial. Mereka yang memiliki ketiga parameter positif, tabungan stabil, privilege kuat, dan indeks prestasi bagus, akan memiliki risiko kegagalan yang lebih kecil dalam berbisnis.

Namun bagi mereka yang tidak memiliki privilege, bukan berarti tidak bisa sukses. Hanya saja, waktu yang dibutuhkan akan jauh lebih lama. "Yang membedakan adalah waktu. Orang kaya itu membeli waktu," jelasnya. Ia menambahkan bahwa orang yang tidak memiliki privilege mungkin memerlukan waktu lima kali lipat lebih lama untuk mencapai tingkat kesuksesan yang sama.

Baca Juga: Poltekkes Kemenkes Malang Kampus Blitar Laksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk Deteksi Dini Stroke-Hipertensi

Tirta juga memberikan contoh konkret tentang peran keberuntungan dalam bisnis. Ia menyebut merek kopi Kapal Api yang menjadi besar karena menjadi pelopor di masanya. "Kalau dia jualnya tahun 2024, mungkin jadi Kapal Uap," candanya.

Bahkan kesuksesannya sendiri sebagai kreator konten yang memiliki jutaan pengikut, Tirta akui sebagai bagian dari keberuntungan. "Seandainya saya tidak tolol, rambut merah muda, keluar-keluar saat pandemi, mungkin pengikut saya tidak sejuta. Itu keberuntungan," ujarnya rendah hati.

Meski demikian, Tirta tidak bermaksud membuat orang pesimis. Ia justru mendorong mahasiswa untuk tetap percaya pada proses dan tidak menyalahkan keadaan. "Percaya bahwa dunia ini terkadang tidak adil. Kalau kalian sudah tidak punya privilege, tidak ada yang perlu disalahkan," katanya.

Baca Juga: “Generasi Muda dan Kemiskinan Struktural: Dr. Tirta Beberkan Realita Dunia Kerja”

Tirta juga mengingatkan bahwa kestabilan finansial erat kaitannya dengan pilihan hidup. Semakin tinggi kondisi finansial seseorang, semakin banyak alternatif pilihan yang dimiliki dalam hidup. "Finansial itu berhubungan erat dengan pilihan dan alternatif," pungkasnya. (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#kerja keras #kesuksesan #bisnis #keberuntungan #tirta mandira hudhi #pengusaha