Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

‎Nilai Ekspor di Kabupaten Blitar Fluktuatif Sejak Empat Tahun Terakhir, Ini Faktornya

Akhmad Nur Khoiri • Minggu, 26 Oktober 2025 | 03:47 WIB

‎MENGGELIAT: Tingginya permintaan pasar internasional terhadap kendang jimbe membuatnya jadi komoditas ekspor unggulan di Kabupaten Blitar.
‎MENGGELIAT: Tingginya permintaan pasar internasional terhadap kendang jimbe membuatnya jadi komoditas ekspor unggulan di Kabupaten Blitar.
BLITAR – Produk-produk unggulan asal Kabupaten Blitar terus menunjukkan kiprahnya di pasar internasional. Meskipun demikian, nilai ekspor dalam lima tahun terakhir mengalami pasang surut. ‎

Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar mencatat, pada 2021, nilai ekspor daerah mencapai sekitar Rp 7 miliar dan meningkat menjadi Rp 8 miliar pada 2022.

Lalu melonjak secara signifikan menjadi sekitar Rp 23 miliar pada 2023. ‎Namun, pada 2024, nilai ekspor menurun di angka Rp 12,5 miliar.

Disperindag menegaskan, data tersebut baru mencakup ekspor yang tercatat secara resmi oleh dinas.

‎“Bisa jadi ada yang tidak tercatat, biasanya karena pengusaha menitipkan barangnya lewat pihak lain. Jadi tidak terdeteksi, tapi jumlahnya tidak banyak,” jelas Kepala Disperindag Kabupaten Blitar, Darmadi.

‎Dia menyampaikan, angka tersebut menggambarkan dinamika pasar global serta kemampuan pelaku industri lokal dalam mempertahankan daya saing.

Total nilai ekspor daerah pada 2024 mencapai Rp 12,5 miliar. ‎Meski turun dibanding tahun sebelumnya, Darmadi menilai capaian itu tetap menjadi bukti bahwa produk-produk asal Kabupaten Blitar masih diminati di pasar luar negeri.

“Capaian ini menunjukkan bahwa produk lokal tetap punya potensi besar dan kepercayaan dari konsumen internasional,” tambahnya.

‎Sejumlah komoditas unggulan yang menjadi andalan ekspor antara lain kendang Jimbe, sambal pecel, tanaman hias, dan ikan koi.

Kendang Jimbe, misalnya, rutin dikirim ke Cina dan Taiwan dengan bahan baku serta tenaga pengrajin dari wilayah Ngelegok, Garum, dan Kanigoro.

“Permintaan dari luar negeri cukup stabil, bahkan terus meningkat karena kualitas kendang Jimbe dari Kabupaten Blitar dikenal bagus,” ungkap Darmadi.

‎Selain itu, sambal pecel khas Blitar berhasil menembus pasar Hong Kong, membawa cita rasa tradisional Indonesia ke luar negeri.

Tanaman hias asal Kabupaten Blitar juga menjadi primadona di Amerika Serikat, sedangkan ikan koi dari pembudi daya lokal laku di pasar Jepang dan Amerika Serikat.

‎Untuk menjaga keberlanjutan ekspor, disperindag terus memperkuat pendampingan bagi pelaku UMKM melalui program Adi Ekspor, yang mencakup pelatihan, bisnis matching, dan pemahaman standar ekspor internasional.

“Harapan kami, jumlah pelaku ekspor semakin bertambah dan nilai ekspor Kabupaten Blitar kembali meningkat di tahun-tahun mendatang,” pungkas Darmadi. (kho/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Kabupaten Blitar #pasar internasional #produk #ekspor #kendang jimbe #pasar luar negeri