Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Harga Telur dan Ayam Naik karena MBG, Disperindag Kabupaten Blitar: Itu Memang Hukum Pasar

Akhmad Nur Khoiri • Senin, 3 November 2025 | 15:32 WIB
⁠Wujud Realisasi BTC dan Kerja Sama Antar Daerah, Pemkot Blitar Kirim 10 Ton Telur Lagi ke Depok
⁠Wujud Realisasi BTC dan Kerja Sama Antar Daerah, Pemkot Blitar Kirim 10 Ton Telur Lagi ke Depok

BLITAR KAWENTAR – Dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai terasa di pasar tradisional Kabupaten Blitar.

Sejumlah bahan pangan utama, terutama telur ayam ras dan daging ayam potong, mengalami kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir.

Meski begitu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar menilai fluktuasi tersebut masih dalam batas wajar dan belum mengganggu kestabilan inflasi daerah.

Kepala Disperindag Kabupaten Blitar, Darmadi menjelaskan, kenaikan harga ini tidak lepas dari meningkatnya permintaan di lapangan.

Hal tersebut terjadi karena dua komoditas itu menjadi bahan utama dalam menu harian program MBG yang dijalankan di sekolah-sekolah.

“Saat ini memang ada kenaikan beberapa komoditas seperti telur dan ayam, tapi Kabupaten Blitar masih tergolong aman,” ujarnya.

Menurut Darmadi, mekanisme kenaikan harga ini merupakan konsekuensi alami dari prinsip pasar. Memang sudah hukum pasarnya seperti itu.

Jadi, jika permintaan meningkat, harga ikut meningkat.

Program MBG membuat permintaan dari dapur penyelenggara makan bergizi meningkat signifikan.

Banyak penyedia bahan pangan mengambil telur dan ayam dalam jumlah besar di pasar lokal.

Berdasarkan pantauan disperindag, harga ayam ras potong sempat naik sekitar Rp 3.000 per kilogram, dari kisaran Rp 33.000 menjadi Rp 36.000 per kilogram.

Baca Juga: Cek Sekarang! 7 Bansos Cair November 2025: Ada BLT Kesra, PKH Tahap 4, hingga Bantuan Beras dan Minyak!

Sementara itu, harga telur ayam ras juga mengalami kenaikan serupa, bergerak di kisaran Rp 28.000 hingga Rp 30.000 per kilogram.

Darmadi menegaskan, pergerakan harga tersebut tidak termasuk kategori inflasi tinggi.

“Naiknya tidak banyak, masih dalam kisaran wajar,” jelasnya.

Meski dua komoditas itu naik, sejumlah bahan pokok lain seperti beras, minyak goreng, dan cabai masih menunjukkan tren stabil.

Untuk komoditas lain, harganya masih stabil. Belum ada kenaikan atau penurunan.

Disperindag memastikan akan terus melakukan pemantauan harga secara rutin di berbagai pasar untuk menjaga stabilitas dan ketersediaan stok.

Darmadi menegaskan, langkah ini penting agar masyarakat tidak khawatir berlebihan terhadap kenaikan harga sesaat.

“Kami akan tetap melakukan pengawasan agar stok aman dan harga terkendali,” pungkasnya. (kho/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#pasar #harga bahan pangan #blitar #dampak MBG #ayam potong #harga telur