BLITAR KAWENTAR – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar memastikan kondisi harga bahan pokok di wilayahnya masih terkendali.
Meski terjadi sedikit pergerakan harga pada beberapa komoditas, situasinya dinilai masih dalam taraf wajar dan tidak menimbulkan kekhawatiran terhadap inflasi daerah.
Kepala Disperindag Kabupaten Blitar, Darmadi menjelaskan, kenaikan dan penurunan harga yang terjadi saat ini masih sejalan dengan mekanisme pasar.
Ketersediaan barang di pasaran masih mencukupi, baik dari sisi pasokan maupun distribusi. Yang penting pasokannya tetap ada dan mekanisme pasar berjalan. Disperindag tugasnya memastikan sarana dan prasarana penunjangnya tersedia.
“Pasokannya memang sedikit berkurang karena banyak terserap ke SPPG, tapi kondisinya masih wajar. Belum ada fluktuasi harga yang ekstrem,” ujarnya.
Berdasarkan data pemantauan harga harian yang dihimpun Disperindag Kabupaten Blitar, harga beras menunjukkan sedikit penurunan.
Beras premium turun dari Rp 15.007 menjadi Rp 14.951 per kilogram, sedangkan beras medium stabil di kisaran Rp 12.880-an per kilogram. Untuk kelompok daging, harga daging sapi paha belakang mengalami koreksi tipis dari Rp 119.501 menjadi Rp 119.435 per kilogram.
Harga daging ayam ras juga turun dari Rp 34.700 menjadi Rp 34.582 per kilogram, sementara daging ayam kampung justru naik tipis dari Rp 68.272 menjadi Rp 68.290 per ekor.
Komoditas telur terpantau stabil. Harga telur ayam ras sedikit turun dari Rp 28.235 menjadi Rp 28.212 per kilogram.
Telur ayam kampung tetap di Rp 46.381 per kilogram. Untuk minyak goreng, sebagian besar harga stagnan.
Minyak goreng curah naik tipis dari Rp 18.681 menjadi Rp 18.703 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan premium dan sederhana stabil di kisaran Rp 20.128 dan Rp 17.436 per liter. MinyaKita juga masih stabil di kisaran Rp 16.600 per liter.
Adapun pada kelompok cabai, pergerakan harga terlihat bervariasi.
Cabai merah keriting naik sedikit dari Rp 46.631 menjadi Rp 46.653 per kilogram, cabai merah besar naik dari Rp 48.143 menjadi Rp 49.272 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah justru turun dari Rp 22.133 menjadi Rp 21.980 per kilogram. Darmadi menegaskan belum berencana melakukan intervensi pasar, seperti operasi pasar, karena kondisi masih terkendali.
“Operasi pasar baru akan dilakukan kalau terjadi kelangkaan atau kenaikan harga signifikan. Biasanya menjelang Lebaran atau Natal baru kami siapkan,” pungkasnya. (kho/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah