Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Disnakkan Optimistis Produksi Ikan Hias di Kabupaten Blitar Naik Tahun Ini, Ini Faktornya

Akhmad Nur Khoiri • Senin, 10 November 2025 | 20:20 WIB

 

‎PRIMADONA: Ikan koi jadi komoditas unggulan pada budi daya ikan nonpangan di Kabupaten Blitar.
‎PRIMADONA: Ikan koi jadi komoditas unggulan pada budi daya ikan nonpangan di Kabupaten Blitar.

BLITAR – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar optimistis produksi ikan hias di wilayahnya mengalami peningkatan pada 2025. Meski rekapitulasi data produksi tahun berjalan belum dilakukan, tren dari tahun sebelumnya menunjukkan potensi pertumbuhan yang cukup positif di sektor perikanan nonpangan.‎

‎Plt. Kepala Bidang Perikanan Budidaya Disnakkan Kabupaten Blitar, Evy Hariyati mengatakan, pihaknya belum bisa mempublikasikan angka pasti untuk 2025, karena proses pengumpulan data masih berlangsung. “Perhitungan produksi baru bisa dilakukan di akhir tahun. Tapi kami yakin akan ada peningkatan dibandingkan 2024,” ujarnya.

‎Sebagai perbandingan, pada 2024, total produksi ikan hias di Kabupaten Blitar tercatat mencapai 204,8 juta ekor dengan nilai ekonomi sekitar Rp 213,48 miliar. Dari total tersebut, ikan koi menjadi komoditas unggulan dengan produksi mencapai 202,74 juta ekor dan nilai mencapai Rp 205,93 miliar.

Disusul oleh jenis ikan oskar dengan nilai produksi sekitar Rp 1,65 miliar, ikan hias lain sebesar Rp 1,61 miliar, serta ikan komet yang juga berkontribusi cukup besar dengan nilai Rp 1,05 miliar.

‎Evy menjelaskan, peningkatan produksi ikan hias pada tahun depan akan didorong melalui berbagai program pembinaan yang tengah digencarkan oleh disnakkan. Pihaknya fokus pada pelatihan dan pendampingan teknis bagi pembudidaya, termasuk fasilitasi penyediaan sarana dan prasarana budidaya.

‎Selain itu, disnakkan juga membuka akses yang lebih luas terhadap perizinan usaha, permodalan, dan kemitraan dengan pelaku industri, agar pembudidaya lokal dapat memperluas pasar dan meningkatkan daya saing. “Kami berupaya memperkuat kelembagaan kelompok pembudidaya ikan agar mereka bisa lebih mandiri dan berkelanjutan,” tambahnya.

‎Kabupaten Blitar sendiri dikenal sebagai salah satu sentra ikan hias di Jawa Timur, terutama untuk jenis koi yang banyak dibudidayakan di wilayah Kecamatan Nglegok dan Ponggok. Dengan adanya dukungan pembinaan berkelanjutan dari pemerintah daerah, sektor ikan hias diharapkan mampu menjadi komoditas unggulan baru di luar sektor perikanan konsumsi.

“Kalau dilihat dari antusiasme pembudidaya dan permintaan pasar yang terus tumbuh, kami optimistis hasil tahun 2025 akan lebih baik dari tahun sebelumnya,” tutup Evy. (kho/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#sektor perikanan nonpangan #Kabupaten Blitar #produksi ikan hias #Potensi Pertumbuhan #dinas peternakan dan perikanan