Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cegah Inflasi di Blitar Jelang Momen Nataru, Pemerintah Gelontor 5 Ton Beras Lewat Pasar Murah

M. Subchan Abdullah • Senin, 17 November 2025 | 23:34 WIB
TERJANGKAU: Warga membeli beras murah kemasan 5 kg di Pasar Murah di UPT Pelayanan Sosial Bina Remaja Blitar, Senin (17/11/2025).
TERJANGKAU: Warga membeli beras murah kemasan 5 kg di Pasar Murah di UPT Pelayanan Sosial Bina Remaja Blitar, Senin (17/11/2025).

BLITAR KAWENTAR - Sebanyak 5 ton beras digelontor Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Bakorwil III Malang untuk pasar murah, Senin (17/11/2025). Pasar murah yang digelar di kantor UPT Pelayanan Sosial Bina Remaja Blitar, itu langsung diserbu masyarakat.

Pasar murah itu digelar untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sejumlah bahan pokok yang dijual di antaranya beras, telur, cabai dan kebutuhan dapur lainnya.

Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar menjelaskan pasar murah menjadi upaya pemerintah agar masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Komoditas yang dijual dipatok dengan harga lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga warga dapat membandingkan langsung dengan harga pasar konvensional.

“Ini bagian dari upaya menjaga stabilitas harga di wilayah. Kami melaksanakan kegiatan pasar murah sesuai arahan Ibu Gubernur,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Sejumlah bahan pokok yang kerap menjadi pemicu inflasi seperti beras, minyak goreng, cabai, serta bawang merah dan putih menjadi komoditas utama yang dijual dengan harga murah dan terjangkau.

Seluruhnya disiapkan dalam jumlah cukup sesuai kebutuhan masyarakat.

Pasar murah serupa, kata Asep, juga berlangsung di berbagai daerah cakupan Bakorwil III Malang. Langkah ini sekaligus bentuk antisipasi pemerintah terhadap potensi inflasi yang mulai terlihat di sejumlah wilayah.

“Inflasi bisa muncul kapan saja. Karena itu kami berupaya menghadirkan komoditas yang memengaruhi harga agar pergerakannya tetap terkendali. Pemantauan dilakukan bersama Bank Indonesia,” ungkapnya.

Untuk pelaksanaan di Blitar, pemerintah menyiapkan stok beras sebanyak 5 ton untuk kebutuhan dua hari.

Sementara komoditas lainnya disesuaikan dengan ketersediaan penyedia dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Asep memastikan seluruh harga yang ditawarkan dapat bersaing dengan harga pasar.

“Pemerintah hadir untuk memberi kemudahan kepada masyarakat. Kami ingin kebutuhan pokok tetap dapat dijangkau,” katanya.(mg2/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#blitar #het #beras murah #kebutuhan pokok #harga eceran tertinggi #inflasi #Bakorwil III Malang #pasar murah #stabilitas harga #Kota Blitar