BLITAR KAWENTAR - Di sudut Desa Tingal, Kecamatan Garum, Blitar berdiri sebuah toko yang nyaris tak pernah sepi pengunjung. Namanya Cendrawasih Fashion yang dikelola oleh Pressy Greswary Gery Syahputri. Di balik toko yang kini menjual pakaian, seragam sekolah, perlengkapan ATK, sepatu, tas, hingga kosmetik itu, ada perjalanan panjang seorang perempuan muda ini.
Alumni Unisba Blitar Fakultas Ekonomi ini memulai usahanya sejak masih duduk di kelas XI SMA. Tentu perjalanan itu tidak dimulai dari etalase yang rapi atau rak-rak penuh pakaian. Semuanya berawal dari rumah pribadi orang tuanya, saat dia hanya menjual sembako secara sederhana.
“Awal usaha sebenarnya kami jualan sembako di rumah pribadi. Namun seiring waktu, saya merasa harus mencari usaha yang lebih berpotensi dan tahan lama. Barang yang tidak mudah rusak atau expired,” ujar Pressy, Sabtu (22/11/2025).
Kesempatan itu muncul ketika keluarganya memiliki lahan kosong di kawasan Garum. Dari situlah ide bisnis fashion muncul. Dia berpikir, usaha yang barangnya tidak mudah rusak. Akhirnya melihat peluang di daerah Desa Tingal, Kecamatan Garum masih sangat jarang toko pakaian, dan memutuskan membuka toko pakaian di tempat tersebut.
Toko itu awalnya sederhana, hanya menjual pakaian. Namun sejalan dengan bertambahnya pelanggan, kebutuhan konsumen semakin bervariasi. Dia pun bergerak cepat membaca peluang, untuk menarik minat pelanggan.
“Seiring berjalannya waktu karena permintaan konsumen semakin bermacam-macam, akhirnya kami merambah ke alat tulis, seragam sekolah, sepatu, dan tas,” ungkap perempuan 28 tahun ini.
Kini, Cendrawasih Fashion juga menjual kosmetik serta bahan pokok seperti beras dan minyak goreng. Usahanya berkembang bukan hanya karena modal, tetapi karena ketekunan membangun relasi dengan pelanggan.
Namun perjalanan itu tak selalu mulus. Dunia fashion dikenal kompetitif dan cepat berubah.
Maka dari itu, dia sempat menemui kendala yang sering dihadapi adalah semakin banyaknya pesaing di bidang fashion. Namun dia bersyukur bisa bertahan dengan segala upaya inovasi agar terus bisa menyenangkan konsumen.
Perkualiahnya di Fakultas Ekonomi Unisba memberi dampak besar terhadap prosesnya mengelola usaha. Teori-teori yang dulu dipelajari terasa nyata ketika diterapkan pada bisnisnya.
Baca Juga: Klarifikasi Resmi Rapel Pensiun 2025: TASPEN Tegaskan Belum Ada Keputusan Pemerintah Soal Kenaikan
“Sangat membantu, karena saat kuliah kami diajarkan bagaimana mengelola usaha dengan baik. Bagaimana cara agar usaha tetap bertahan di kondisi ekonomi sekarang dan menghadapi banyaknya persaingan,” kata alumni 2020 ini.
Ilmu manajemen, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan menjadi fondasi penting yang dia terapkan untuk menjaga stabilitas bisnis. Hal itu dibutuhkan terutama saat banyak pelaku usaha kecil tumbang diterpa perubahan ekonomi.
Walau usaha Cendrawasih Fashion telah berkembang pesat, perempuan muda ini merasa perjalanannya baru dimulai. Dia masih menyimpan banyak mimpi yang ingin diwujudkan. “Salah satunya untuk bisa membuka cabang di tempat lain, baik di bidang fashion lagi ataupun di bidang yang lain,” pungkasnya.(jar/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah