Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kisah Couplepreneur Skincare: Dari Rugi Rp6 Miliar hingga Bangkit 3.000 Persen, Perjalanan Dramatis High Queen

Rendra Febrian Permana • Rabu, 10 Desember 2025 | 01:45 WIB
Kisah Couplepreneur Skincare: Dari Rugi Rp6 Miliar hingga Bangkit 3.000 Persen, Perjalanan Dramatis High Queen
Kisah Couplepreneur Skincare: Dari Rugi Rp6 Miliar hingga Bangkit 3.000 Persen, Perjalanan Dramatis High Queen

BLITAR – Kisah couplepreneur skincare kembali menjadi sorotan setelah perjalanan inspiratif pasangan Prayogo Waluyo dan istrinya, Ciwin, viral di media sosial. Lewat brand High Queen, keduanya membagikan perjuangan membangun bisnis dari nol, jatuh bangun, hingga rugi miliaran rupiah. Cerita mereka tentang keteguhan, keberkahan, dan kerja keras menjadi contoh nyata dinamika di balik kesuksesan para pelaku usaha.

Dalam kisah couplepreneur skincare ini, Prayogo mengungkap bahwa banyak orang melihat bisnis dari luar tampak mudah dan menguntungkan. Namun kenyataannya, sejak meninggalkan profesi dosen dan fokus pada usaha skincare, ia bekerja 24 jam sehari. “Dulu Sabtu-Minggu bisa mall sama keluarga. Sekarang jadi pebisnis ora iso ng-mall,” ujarnya. Tantangan setiap tahun berubah, mulai dari pengembangan produk, supply chain amburadul, hingga ujian besar pada 2023 ketika tim mereka tidak perform dan menyebabkan kerugian lebih dari Rp6 miliar.

High Queen awalnya lahir dari kepekaan Ciwin yang melihat banyak ibu hamil dan menyusui ingin tetap glowing, tapi bingung mencari skincare yang aman. Bermodal keilmuan dasar dermatologi dari masa kuliahnya, ia menghadirkan produk ramah ibu hamil. Nama High Queen sendiri dipilih setelah nama “Queen” sudah terdaftar di HAKI. Filosofinya sederhana: setiap perempuan adalah ratu.

Sebelum membesarkan brand sendiri, Ciwin sudah berjualan sejak kuliah. Ia memulai sebagai reseller dan mengerjakan semuanya sendirian, dari packing hingga mengantar paket ke ekspedisi. Bahkan saat anaknya masih delapan bulan, ia tetap berjualan karena merasa pusing bila tidak berkegiatan. Gaji dosen sang suami sepenuhnya habis untuk KPR, sehingga jualan menjadi kebutuhan keluarga.

Awal perjalanan High Queen tidak mulus. Pernah sehari hanya menghasilkan 13 resi. Namun strategi Ciwin mendatangi komunitas seller, menawarkan benefit, dan menggandeng beberapa orang untuk mencoba produk, membuat High Queen berkembang cepat. Tanpa awareness berbayar, penjualan melonjak menjadi 3.000 paket per minggu, lalu 8.000 hingga 10.000.

Pada 2022, Prayogo mulai aktif mendampingi istrinya. Ia turun langsung mengerjakan packing hingga larut malam, sembari menjaga anak bergantian. Ia juga masuk ke ranah konten kreator karena sulit menemukan konten kreator yang tepat. Salah satu videonya tentang lip scrub menembus ribuan viewer, lalu konten tentang merkuri tembus jutaan. Dari sana personal branding mereka terbentuk hingga kini memiliki ratusan ribu pengikut.

Namun popularitas tidak membuat perjalanan lebih ringan. Pada 2024 keduanya dihantam ujian berat dalam rumah tangga karena tekanan bisnis meningkat. Mereka sempat mengalami friksi, saling menyalahkan, hingga akhirnya memilih berdamai dan menetapkan pembagian tugas yang lebih jelas. Ciwin fokus strategi marketing dan selling, sementara Prayogo mengurus operasional, HR, serta branding.

Perubahan ini membuahkan hasil. Pada akhir 2024, performa High Queen melonjak 3.000 persen. Dari awalnya hanya 13 resi sehari, kini mereka stabil di 5.000–10.000 resi per hari. Meski sempat kehabisan stok, mereka terus memperbaiki sistem agar lebih kuat.

Pasangan ini menegaskan bahwa bisnis bagi mereka bukan sekadar mencari uang, melainkan mencari keberkahan. Karena itu mereka menghindari hutang, riba, dan investor. Selama empat tahun berjalan, High Queen tidak pernah menunggak pembayaran vendor. Semua transaksi dilunasi maksimal tiga hari.

Keduanya juga menegaskan pentingnya membangun karakter dan mental seorang pemimpin. Mereka tidak menganggap pekerja sebagai karyawan, melainkan tim. “Kami itu cuma perantara rezeki Allah,” kata Prayogo. Ia percaya rezeki setiap orang sudah diatur, sehingga tugasnya adalah menjaga amanah.

Ciwin menambahkan bahwa mereka kini jauh lebih bijak dalam memisahkan urusan rumah tangga dengan bisnis. Keduanya saling melengkapi tanpa saling menuntut. “Kalau saya tidak bisa memasak, suami tidak pernah menuntut. Begitu pula sebaliknya,” katanya.

Dari pengalaman jatuh bangun, digelandang ke Polda tahun 2019 karena masalah produk non-BPOM, hingga bangkit bersama setelah rugi miliaran, perjalanan High Queen menjadi bukti bahwa keberanian, kerja sama pasangan, dan konsistensi bisa membawa hasil besar. Kisah couplepreneur skincare ini memberi gambaran bahwa kesuksesan bukan diperoleh dalam semalam, melainkan lewat proses panjang penuh doa, usaha, dan keberkahan.(*)

Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi
#skincare #Higt Queen #Prayogo Waluyo #bisnis umkm #Couplepreneur