Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kisah Donat Elok Tulungagung: Resep Premium, Murid Ribuan, Omzet Stabil 500 Pcs per Hari

Rendra Febrian Permana • Rabu, 10 Desember 2025 | 02:45 WIB
Kisah Donat Elok Tulungagung: Resep Premium, Murid Ribuan, Omzet Stabil 500 Pcs per Hari
Kisah Donat Elok Tulungagung: Resep Premium, Murid Ribuan, Omzet Stabil 500 Pcs per Hari

BLITAR – Nama Donat Elok Tulungagung sudah lama dikenal sebagai salah satu pionir donat premium di Kota Marmer. Di balik brand rumahan yang kini memproduksi ratusan donat setiap hari itu, berdiri sosok Ibu Tuti Sunarni Elok—perempuan 68 tahun yang telah mengabdikan hidupnya pada dunia kuliner lebih dari empat dekade. Kisah panjang perjalanan usaha ini bermula dari dapur sederhana, bahkan jauh sebelum donat menjadi bisnis yang digandrungi para anak muda seperti sekarang.

Dari Bidan ke Dunia Kuliner

Ibu Tuti mengisahkan perjalanan awalnya ketika masih bekerja sebagai pembantu bidan di PKI Aisyiyah. Setelah mengikuti suami pindah ke Trenggalek, ia merasa kesulitan mencari pekerjaan. Saat itulah ia mulai menggali hobi memasak. Berawal dari mengikuti lomba resep keluarga majalah Kartini, ia berhasil menyabet juara pertama se-Jatim berkat menu kelinci panggang, kemudian meraih juara dua tingkat nasional di Universitas Trisakti Jakarta.

Kemenangannya itu membuka pintu pengakuan. Ia kerap diminta memasak untuk acara resmi kabupaten, termasuk ketika era Menteri Penerangan Harmoko dan Gubernur Soelarso. Dari sanalah nama “Elok” mulai dikenal.

Lahirnya Brand Elok

Saat mulai menerima pesanan secara rutin, Ibu Tuti mencari nama yang tepat untuk usahanya. Ia akhirnya memakai nama adiknya, “Elo”, yang kemudian populer menjadi Elok. Bertahun-tahun ia fokus mengajar kursus memasak sekaligus menyediakan katering yang cukup besar pada masanya.

“Awal ilmu banyak katering dan tukang kue seusia saya itu dari sini,” ungkapnya dalam video tersebut.

Donat Premium dengan Bahan Impor

Peralihan ke bisnis donat terjadi secara alami ketika banyak pelanggan mulai memesan donat untuk acara pengajian, haul, hingga kebutuhan harian. Dari situ, Donat Elok Tulungagung berkembang menjadi ikon jajanan premium.

Menurut Ibu Tuti, rahasia utama produk unggulannya terletak pada kualitas bahan. Ia menggunakan tepung impor dengan harga sampai empat kali lipat tepung biasa di Tulungagung. Bahan lain seperti telur, margarin, hingga butter juga harus yang terbaik.

“Kalau harga jual donat kita premium, bahannya juga harus premium,” tuturnya.

Meski bahan mahal, permintaan tetap stabil. Produksi harian Donat Elok mencapai 300–500 buah per hari, tidak pernah turun dari 300.

Buka Lapangan Kerja & Jadi Guru bagi Banyak UMKM

Selama puluhan tahun, Ibu Tuti tidak pernah menutupi resepnya. Banyak murid SMK yang menjalani praktik kerja industri di rumah produksi Donat Elok. Mereka tidak hanya disuruh melipat kotak, tetapi benar-benar diajari proses pembuatan kue sampai mahir.

Pendekatan berbagi ilmu itu melahirkan banyak UMKM baru di Tulungagung. Bahkan, sebagian besar tukang kue di daerah tersebut pernah belajar pada Bu Elok. Ia juga dipercaya menjadi ketua Paguyuban Tukang Kue Tulungagung “Ratu Bersinar”, serta pernah menjadi pembina Bogasari.

“Saya tidak merasa tersaingi. Justru senang melihat murid-murid saya maju,” tegasnya.

Tantangan & Kebangkitan Usaha Setelah Pandemi

Donat Elok sempat melemah saat pandemi COVID-19 melanda. Putrinya yang bekerja di Bali dan mengelola usaha di Tulungagung sempat kehilangan semangat. Namun setelah pulang dari Bali, sang putri kembali membangkitkan usaha itu bersama teman-temannya hingga terbentuklah tim produksi baru.

Kini Donat Elok membuka outlet di kawasan Jepun, Tulungagung, dan terus mempertahankan proses produksi manual yang diawasi ketat oleh Ibu Tuti setiap subuh.

Bisnis dengan Hati

Di balik perjalanan panjang itu, Ibu Tuti menegaskan bahwa energinya datang dari keinginan berbagi. Ia ingin hidup bermanfaat, baik bagi anak, cucu, maupun masyarakat sekitar. Ia bahkan sering memberikan bantuan finansial pada anaknya, termasuk rumah, agar kelak tidak terbebani.

“Harapan saya hanya satu: husnul khotimah,” ucapnya lirih.

Semangat berbagi itu pula yang membuat Donat Elok tidak hanya dikenal sebagai bisnis, tetapi sebagai sekolah kehidupan bagi banyak generasi muda di Tulungagung.(*)

Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi
#UMKM #bu elok #donat elok tulungagung #kuliner tulungagung #donat premium