Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kisah Supartono, Perantau Mojokerto yang Sukses Raup Cuan dari Tanaman Hias Blitar hingga Tembus Puluhan Juta

Findika Pratama • Rabu, 10 Desember 2025 | 19:45 WIB
Kisah Supartono, Perantau Mojokerto yang Sukses Raup Cuan dari Tanaman Hias Blitar hingga Tembus Puluhan Juta
Kisah Supartono, Perantau Mojokerto yang Sukses Raup Cuan dari Tanaman Hias Blitar hingga Tembus Puluhan Juta

BLITAR - Pasar tanaman hias Blitar kembali menarik perhatian dengan hadirnya banyak pelaku usaha baru yang memanfaatkan peluang bisnis di sektor ini. Salah satunya adalah Supartono, pria asal Mojokerto yang merantau ke Blitar dan kemudian menemukan jalan rezeki melalui tanaman hias. Kisahnya penuh naik-turun, namun akhirnya berhasil memposisikan dirinya sebagai pebisnis tanaman yang diperhitungkan di wilayah Blitar Raya.

Awal Mula Terjun ke Dunia Tanaman

Supartono mengaku awalnya bukan pecinta tanaman. Ia hanya memahami dasar-dasarnya dan tidak membayangkan harga tanaman hias Blitar bisa mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah. “Saya dulu lihat tanaman itu biasa saja, tapi setelah tahu keunikannya baru paham kenapa bisa mahal,” ujarnya.

Menurutnya, karakter tanaman seperti bentuk tegak, pendek, kerdil, hingga variegata atau mutasi warna menjadi faktor yang memengaruhi harga. Bahkan ia pernah menjual tanaman seharga Rp20 juta dan laku dalam waktu singkat. Di titik itu, ia sadar bahwa pasar tanaman hias tidak memiliki patokan harga. “Orang hobi itu tidak ada batasnya,” tambahnya.

Perjalanan Hidup Penuh Jatuh-Bangun

Sebelum terjun ke tanaman hias Blitar, Supartono sempat merintis sejumlah usaha—mulai dari ternak ulat kandang, bisnis kuliner donat, hingga bekerja serabutan. Usaha ternak ulat kandang yang awalnya menjanjikan justru membuatnya gulung tikar hingga menanggung utang. “Saya bahkan sampai tidak bisa bayar listrik dan rumah disegel,” kenangnya.

Tak menyerah, ia mencoba jualan donat, namun perbedaan harga antara Mojokerto dan Blitar membuat penghasilannya kembali merosot. Beberapa kali jatuh membuatnya berpikir untuk berhenti berwirausaha dan bekerja kepada orang lain. Upah yang ia terima hanya Rp30 ribu per hari, namun ia tetap bertahan karena ingin belajar lagi.

Monstera dari Hutan Sirah Kencong yang Mengubah Jalan Hidup

Titik balik hidupnya terjadi ketika sang istri mengajak mencari tanaman ke kawasan Sirah Kencong. Perjalanan penuh rintangan—jalan rusak, jurang kiri kanan, hingga kekhawatiran kehabisan bensin—tidak mengurungkan niat mereka. Setiba di lokasi, Supartono mendapatkan tanaman Monstera yang kemudian menjadi inspirasi awal usahanya.

Ia mulai mencacah, menanam, memperbanyak bibit, hingga akhirnya menemukan pasar yang luas. Saat pandemi COVID-19 melanda, permintaan tanaman hias melonjak drastis karena masyarakat banyak menghabiskan waktu di rumah. Dari sinilah bisnisnya berkembang pesat.

Era Keemasan Tanaman Hias Saat Pandemi

Pada masa COVID-19, penjualan tanaman hias Blitar mencapai puncaknya. Setiap hari Supartono mampu mengirim 40–50 paket ke berbagai daerah. Bahkan beberapa seller besar dari Pekanbaru membeli ratusan tanaman sekaligus.

Harga tanaman variegata juga melambung tinggi. Daun Monstera Variegata yang dulu pernah ia jual Rp5 juta per daun kini menjadi cerita berharga dari masa kejayaannya. “Cari uangnya enak waktu itu, Mas,” ujarnya.

Tak hanya menjual tanaman, ia juga mengunggah koleksi dari rumah teman-temannya untuk memenuhi permintaan pasar. Selama kualitas tanaman bagus dan tampilan “perform”, pembeli tidak sungkan mengeluarkan uang.

Harga Anjlok, Bisnis Bertahan

Namun setelah pandemi mereda, harga tanaman anjlok drastis. Koleksi mahal seperti Monstera Marmo yang dulu bernilai puluhan juta turun hingga hanya ratusan ribu rupiah. Meski begitu, Supartono tetap bertahan. Ia memilih menjual tanaman yang stabil harganya dan memperbesar koleksi yang mudah dirawat.

Hingga kini, koleksi termahalnya di kisaran Rp10 juta per tanaman. Ia lebih fokus menjaga kualitas, memperbanyak tanaman, serta menyesuaikan selera pasar.

BLT Garden: Cuan, Cinta, dan Konsistensi

Usaha yang ia bangun dikenal dengan nama BLT Garden. Nama itu diberikan oleh temannya yang menggabungkan unsur Blitar serta momen ketika banyak transaksi dilakukan secara tunai. Di BLT Garden, Supartono menjual berbagai jenis Monstera, Philodendron, hingga tanaman hias jumbo yang memiliki tampilan memukau.

“Yang penting hobi itu harus jadi cuan,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa dukungan istrinya adalah energi terbesar di balik kesuksesannya.

 

Editor : Findika Pratama
#tanaman hias Blitar #Monstera Variegata #BLT Garden #supartono #Bisnis Tanaman Hias