BLITAR KAWENTAR - Prediksi saham IHSG Senin 22 Desember 2025 menjadi perhatian investor menjelang libur panjang akhir tahun.
Berdasarkan analisis teknikal dan aliran dana asing, pergerakan indeks diperkirakan cenderung hati-hati meski tren besar IHSG masih terjaga bullish.
Dalam sepekan terakhir, IHSG tercatat mengalami koreksi setelah gagal menembus area resistance di kisaran 8.790.
Meski candlestick mingguan berwarna merah dan indeks sempat turun ke area 8.600-an, secara tren besar IHSG dinilai belum patah.
Artinya, peluang penguatan masih terbuka jika indeks mampu kembali menembus level resistance utama sebelum libur panjang.
Namun, sentimen kehati-hatian menguat karena volume transaksi berpotensi menurun hingga 25 Desember.
Investor diimbau tidak terlalu agresif melakukan entry, terutama jika pasar bergerak sepi.
Mengamankan sebagian floating profit dinilai sebagai langkah realistis, khususnya bagi investor jangka pendek.
Asing Jual BCA dan BRI, Mandiri Justru Diakumulasi
Salah satu sorotan utama dalam prediksi saham IHSG Senin 22 Desember 2025 adalah pergerakan dana asing.
Pada perdagangan Jumat (19/12), investor asing tercatat melakukan net sell pada saham perbankan besar seperti Bank BCA (BBCA) dan Bank BRI (BBRI).
BBCA terkoreksi cukup dalam dan mendekati area support psikologis Rp8.000. Jika level ini ditembus, support berikutnya berada di kisaran Rp7.800.
Meski secara fundamental BBCA masih solid dengan kinerja laba yang konsisten, secara teknikal investor disarankan tidak terburu-buru melakukan average down.
Sementara itu, BBRI ditutup melemah di sekitar Rp3.770, dengan support kuat di Rp3.760.
Menariknya, saham ini masih memiliki daya tarik dividen yang besar. Jika IHSG terkoreksi lebih dalam, BBRI dinilai relatif lebih aman karena sudah berada di area bawah secara teknikal.
Berbeda dengan dua bank besar tersebut, Bank Mandiri (BMRI) justru menjadi incaran asing.
Dalam sepekan terakhir, BMRI tercatat diakumulasi asing dengan nilai ratusan miliar rupiah. Saham ini berhasil bertahan di atas Rp5.000 dan berpotensi menguji level Rp5.250.
Jika berhasil breakout, target teknikal selanjutnya berada di kisaran Rp5.600.
Emas, UNTR, dan BRMS Jadi Perhatian
Dari sektor komoditas, harga emas global masih bertahan di area tinggi. Kondisi ini memberikan sentimen positif bagi saham Aneka Tambang (ANTM).
ANTM beberapa kali memantul dari support kuat dan berpotensi menguji resistance di area Rp3.470, seiring minat beli asing yang mulai kembali terlihat.
Saham United Tractors (UNTR) juga mencuri perhatian setelah berhasil breakout di atas Rp28.500.
Jika mampu bertahan, UNTR berpeluang menguji level psikologis Rp31.000, bahkan membuka ruang menuju Rp34.000.
Valuasi yang relatif murah serta dividen yang konsisten menjadi daya tarik utama saham ini.
Sementara itu, saham BRMS masih bergerak sideways di atas support Rp1.120.
Selama level ini bertahan dan volume meningkat, peluang penguatan menuju Rp1.190 hingga Rp1.400 masih terbuka.
Sentimen Global: Rupiah Melemah dan Data AS
Dari sisi global, nilai tukar rupiah melemah ke kisaran Rp16.730 per dolar AS. Jika pelemahan berlanjut dan gagal kembali ke area Rp16.600, tekanan terhadap IHSG bisa meningkat.
Investor juga mencermati rilis data ekonomi Amerika Serikat, termasuk proyeksi penurunan GDP dan inflasi yang melemah, yang membuka peluang pemangkasan suku bunga ke depan.
Secara keseluruhan, prediksi saham IHSG Senin 22 Desember 2025 mengarah pada pergerakan terbatas dengan potensi koreksi wajar.
Investor disarankan selektif, fokus pada saham yang diakumulasi asing, serta menghindari entry agresif menjelang libur panjang.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.