BLITAR KAWENTAR - Momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) membawa dampak langsung pada aktivitas penjualan telur ayam di pasar tradisional di Bumi Bung Karno.
Meski tidak terjadi lonjakan harga ekstrem, permintaan telur sempat meningkat dan membuat penjualan lebih cepat dibanding hari biasa.
Salah satu pedagang telur di Pasar Templek, Fraida Venty mengungkapkan, penjualan paling ramai terjadi beberapa hari menjelang Natal. Permintaan datang dari masyarakat yang menyiapkan kebutuhan rumah tangga hingga konsumsi acara keluarga.
“Menjelang Natal kemarin memang ramai. Telur cepat habis, permintaan naik. Sekarang sudah agak landai tapi masih jalan terus,” ujarnya, Minggu (28/12).
Selama puncak Nataru, jelas dia, harga telur berada di kisaran Rp 29 ribu per kilogram. Meski sedikit lebih tinggi dibanding hari normal, kondisi tersebut tidak membuat pembeli mengurangi belanja secara signifikan.
Situasi serupa juga terpantau dari sisi distribusi. Kepala Bidang Pengawasan Perindustrian dan Perdagangan Disperindag Kota Blitar, Kurnia Nurmasari, menyampaikan bahwa kelancaran pasokan turut menopang stabilnya penjualan selama periode libur akhir tahun.
“Permintaan meningkat saat Nataru, tapi distribusi tetap lancar. Itu yang membuat aktivitas jual beli tetap hidup dan tidak terganggu,” ungkapnya.
Selain telur ayam, pergerakan penjualan kebutuhan pokok lain seperti daging ayam juga terpantau aktif selama libur Nataru.
Kondisi tersebut mencerminkan konsumsi rumah tangga yang tetap bergerak seiring meningkatnya aktivitas masyarakat selama momentum libur panjang.(mg2/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah