BLITAR KAWENTAR – Komoditas cabai rawit kini menjadi perhatian serius. Selain harganya yang melambung tinggi, cabai rawit tercatat menjadi penyumbang inflasi terbesar yang menempatkan Kabupaten Blitar dalam jajaran 10 daerah dengan kenaikan indeks perkembangan harga (IPH) tertinggi di Pulau Jawa pada pengujung 2025.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, Fauzia Laame mengungkapkan, berdasarkan data minggu ketiga Desember, Kabupaten Blitar menduduki urutan ke-3 di Pulau Jawa sebagai penyumbang inflasi harga.
"Kenaikan IPH di Kabupaten Blitar saat ini mencapai 5,90 persen. Faktor utamanya adalah komoditas cabai rawit merah yang memberikan andil kenaikan sebesar 4,48 persen," ujarnya.
Saat ini, rata-rata harga cabai rawit di pasar-pasar Kabupaten Blitar telah menyentuh angka Rp 64.000 per kilogram. Harga tersebut telah melampaui batas harga acuan pemerintah (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp 57.000 untuk komoditas cabai rawit.
Krisis harga ini dipicu menipisnya stok akibat penurunan produksi di tingkat petani lokal.
Faktor cuaca yang tidak stabil, peralihan cepat antara hujan lebat dan panas terik, menjadi penyebab utama kegagalan panen di banyak sentra penanaman cabai di Kabupaten Blitar.
"Iklim yang tidak menentu mengakibatkan banyak tanaman cabai terserang penyakit sehingga produksinya menurun drastis pada Desember ini. Hal inilah yang memicu gangguan pasokan dan lonjakan harga di pasar," tambahnya.
Menyikapi kondisi yang mengancam daya beli masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini, DKPP Kabupaten Blitar tengah menyiapkan langkah mitigasi.
Salah satu strategi jangka pendek yang akan diambil adalah melakukan penambahan pasokan cabai dari luar daerah.
"Kami berupaya mencari pasokan tambahan dari daerah lain yang produksinya masih stabil. Langkah ini sangat diperlukan untuk menambah stok di pasar lokal sekaligus menekan laju inflasi harga cabai agar kembali mendekati batas acuan pemerintah," tegas Fauzia.
Meskipun cabai rawit mengalami krisis, DKPP memastikan komoditas pangan pokok lainnya seperti beras, telur, dan daging masih dalam kondisi aman dengan harga yang relatif stabil.
Pemerintah daerah akan terus memantau pergerakan harga harian guna memastikan stabilitas ekonomi warga Kabupaten Blitar tetap terjaga di tengah tantangan cuaca ekstrem. (kho/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah