Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Harga Jagung Manis Merangkak Naik Jelang Nataru, Petani Ungkap Faktor Penyebabnya

Akhmad Nur Khoiri • Selasa, 30 Desember 2025 | 22:45 WIB
PANEN: Sejumlah petani memanen jagung manis yang siap diperjualbelikan di saat perayaan Nataru.
PANEN: Sejumlah petani memanen jagung manis yang siap diperjualbelikan di saat perayaan Nataru.

BLITAR KAWENTAR - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), komoditas pangan kembali menunjukkan fluktuasi harga.

Salah satunya adalah jagung manis yang mulai mengalami kenaikan cukup mencolok di sejumlah wilayah Kabupaten Blitar.

Jika pada kondisi normal harga jagung manis hanya berada di kisaran Rp 3.000 per kilogram, saat ini nilainya merangkak naik hingga rata-rata mencapai Rp 5.000 per kilogram di tingkat pengepul maupun pedagang.

Kenaikan harga ini dinilai tak lepas dari meningkatnya kebutuhan pasar akhir tahun. Konsumen rumah tangga memanfaatkan jagung sebagai bahan makanan untuk berbagai olahan, sementara permintaan dari pedagang UMKM kuliner juga ikut mendorong pergerakan harga.

Salah satu pengepul di Kecamatan Wonodadi, Zarkoni membenarkan, tren harga sudah beranjak sejak awal bulan.

“Sekarang harganya sudah sekitar lima ribu per kilo. Biasanya ya cuma tiga ribu,” jelasnya.

Tak hanya berhenti pada angka saat ini, harga diperkirakan masih dapat naik dalam waktu dekat.

Menurut Zarkoni, momen menjelang pergantian tahun hampir selalu ditandai lonjakan permintaan yang berujung pada naiknya nilai komoditas pertanian.

“Perkiraan kami nanti 30 Desember bisa naik lagi. Bisa sampai enam ribu bahkan tujuh ribu per kilo kalau permintaan terus tinggi,” ujarnya.

Kenaikan harga tersebut menjadi kabar baik bagi petani karena memberi peluang keuntungan lebih besar menjelang akhir tahun.

Namun bagi konsumen, terutama pedagang kuliner yang bergantung pada pasokan jagung manis sebagai bahan baku utama, peningkatan harga berpotensi menambah biaya produksi sehingga sebagian kemungkinan menyesuaikan harga jual.

Baca Juga: Klasemen Liga 1 2025 Terbaru Usai Hujan Gol 29 Desember: Persib Bandung dan Borneo FC Sama Kuat, Persija Terus Mengintai

Melihat pola tahunan yang hampir serupa, puncak kenaikan diproyeksikan terjadi sekitar akhir Desember sebelum perlahan terkoreksi setelah masa libur berakhir.

Sejauh ini pasar masih bergerak dinamis, menunggu bagaimana suplai dan permintaan akan beradu di penghujung tahun ini.

Jagung manis pun menjadi salah satu komoditas yang paling dinantikan perkembangan harganya di pasar lokal selama periode Nataru. (kho/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#petani #jagung #kenaikan harga #petani Blitar #nataru #harga