Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Target 2026, Pemkot Blitar Siap Sulap Wajah Pasar Tradisional Jadi Ruang Ekonomi Kreatif Anak Muda

M. Subchan Abdullah • Rabu, 31 Desember 2025 | 19:21 WIB
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin


BLITAR KAWENTAR - Sektor ekonomi kreatif kian diproyeksikan menjadi salah satu penopang utama perekonomian di Bumi Bung Karno.

Di tengah tantangan efisiensi anggaran dan terbatasnya dana transfer ke daerah (TKD) pada 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melihat geliat kreativitas anak muda sebagai peluang besar untuk menjaga roda ekonomi tetap bergerak.

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menyebut, pertumbuhan ekonomi kreatif di kalangan generasi muda beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang sangat positif. Mulai dari seni dan budaya, kuliner, musik, film, hingga fesyen, semuanya berkembang pesat dan menciptakan ekosistem ekonomi baru di tengah kota.

“Ekonomi kreatif anak muda ini potensinya luar biasa. Kita lihat sendiri bagaimana kedai-kedai kopi, ruang kreatif, hingga komunitas seni tumbuh hampir di setiap sudut kota,” ungkapnya.

Menurut Mas Ibin, sapaan akrab wali kota, perkembangan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa anak muda mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Karena itu, pemkot berupaya menghadirkan ruang-ruang publik yang mendukung aktivitas kreatif mereka.

Salah satunya dengan mengubah wajah pasar tradisional agar tidak hanya berfungsi sebagai pusat jual beli, tetapi juga menjadi ruang interaksi, ekspresi, dan kegiatan kreatif generasi muda.

Sejumlah kios di beberapa pasar tradisional Kota Blitar kini telah disulap menjadi kedai kopi dan tempat nongkrong.

Konsep ini diharapkan mampu menarik minat anak muda sekaligus menghidupkan kembali aktivitas ekonomi pasar.

“Pasar ke depan harus bisa menjadi ruang bersama. Bukan hanya transaksi ekonomi, tapi juga ruang kreativitas,” tegasnya.

Di sisi lain, pemkot menyadari bahwa 2026 akan menjadi tahun penuh tantangan.

Baca Juga: Gaji Pensiunan ASN TNI Polri Disebut Tinggal Rp2 Juta, Benarkah Sistem Pensiun Tak Lagi Layak? Ini Fakta Resmi dan Arah Kebijakan Negara

Kebijakan efisiensi anggaran kembali diterapkan, sementara pemangkasan TKD memaksa daerah untuk lebih kreatif dalam mengelola program pembangunan.

Meski demikian, Mas Ibin menegaskan komitmennya bersama Wakil Wali Kota Elim Tyu Samba untuk tetap fokus pada kebutuhan masyarakat.

“Intinya, kami ingin masyarakat merasa senang, nyaman, aman, dan sejahtera. Itu yang terus kami upayakan meski kondisi anggaran terbatas,” ujarnya.

Berbagai program yang telah berjalan sepanjang 2025 menjadi fondasi menuju tahun depan.

Mulai dari Kencan SAE, car free day (CFD), kerja sama Blitar Trade Center (BTC) antardaerah, hingga fasilitasi mobil jenazah.

Khusus BTC, pemkot menargetkan terciptanya pusat-pusat ekonomi baru yang mampu memperkuat sektor perdagangan dan jasa, dua sektor yang menjadi unggulan Kota Blitar.

Selain ekonomi kreatif, pemkot juga menyiapkan langkah strategis di sektor lain.

Program beasiswa di bidang pendidikan, penanganan stunting di sektor kesehatan, hingga penyelenggaraan berbagai event tetap menjadi prioritas untuk menjaga perputaran ekonomi masyarakat.

Mas Ibin menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Peran serta masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi kunci utama.

“Kami terbuka terhadap saran, kritik, dan aspirasi. Mari bersama-sama menyukseskan program pemerintah agar Kota Blitar benar-benar siap menuju kota masa depan,” pungkasnya.(sub/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#pasar tradisional #efisiensi anggaran #anak muda #Syauqul Muhibbin #wali kota blitar #pembangunan #perekonomian #ekonomi kreatif #2026 #Pemkot Blitar