Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita Pengusaha Muda dan Ketua Cahpreuner Kota Blitar Bangun Depo Air hingga Kini Jadi Pemasok Hotel-Pabrik

Noormalady Usman • Jumat, 2 Januari 2026 | 16:05 WIB
KREATIF: Pulung Wijaya mengembangkan usaha air minum dan es untuk memenuhi kebutuhan hotel, restoran hingga kafe.
KREATIF: Pulung Wijaya mengembangkan usaha air minum dan es untuk memenuhi kebutuhan hotel, restoran hingga kafe.

BLITAR KAWENTAR - Usaha tanpa menyerah, pasti tak akan membohongi hasil. Seperti itulah gambaran perjuangan Pulung Wijaya. Berawal dari ide usaha air mineral lokal dan es balok untuk kebutuhan rumaha tangga. Kini usahanya sukses besar, hingga di juluki “Raja Banyu” oleh masyarakat dan koleganya.

Di salah satu sisi Jalan Seruni, Kelurahan Kepanjenkidul, Kota Blitar, aktivitas keluar-masuk galon dan balok es ke sebuah bangunan sederhana menjadi pemandangan sehari-hari.

Di sanalah Raja Banyu beroperasi, sebuah usaha lokal yang perlahan tumbuh mengikuti denyut kebutuhan masyarakat.

Usaha ini dirintis oleh Pulung Wijaya. Pemuda berusia 31 tahun yang merintis sekaligus owner usaha yang telah dibangun sejak empat tahun lalu itu.

Berawal dari skala kecil, Raja Banyu berkembang seiring meningkatnya kebutuhan air minum isi ulang dan es kristal, baik untuk rumah tangga maupun pelaku usaha.

“Awalnya ya sederhana. Kami melihat kebutuhan air dan es itu selalu ada dan tidak pernah berkurang, karena memang itu kebutuhan dan bahan dasar yang pasti dibutuhkan,” kata Pulung, yang kini juga dikenal sebagai Ketua Cahpreneur Kota Blitar, wadah anak muda yang ingin belajar dan membangun usaha.

Selain depo air minum, Raja Banyu kini memasok es kristal dan kebutuhan HORECA, hotel, restoran, hingga kafe. Meski produknya terbilang umum, Pulung menyadari persaingan di sektor ini tidak ringan dan terus berkembang.

“Dalam bisnis air dan es, produknya hampir mirip-mirip. Yang membedakan itu pelayanan, kebersihan, dan konsistensi, sehingga harus terus inovasi, khususnya dalam hal pelayanan,” ujar pria ramah ini.

Tantangan ke depan pun semakin terasa. Biaya operasional yang meningkat dan perubahan pola pasar dan konsumen yang menuntut layanan yang lebih cepat dan higienis.

Namun, Pulung memilih menjawabnya dengan pembenahan sistem kerja dan menjaga kepercayaan pelanggan. “Sistim kerja harus terus belajar, dan paling penting adalah tentang bagaimana menjaga pelayanan ke pelanggan,” tuturnya.

Memasuki 2026 mendatang, Raja Banyu tidak menargetkan pertumbuhan besar-besaran. Fokusnya justru pada stabilitas dan profesionalisme usaha.

Baginya, keberlanjutan lebih penting daripada sekadar angka.

“Kami ingin usaha ini rapi, sehat, dan bisa membuka lapangan kerja bagi banyak warga lain. Air dan es mungkin terlihat sederhana, tapi kalau dikelola serius, bisa jadi usaha yang berkelanjutan,” pungkasnya.(*/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#pemasok #pengusaha muda #Pulung Wijaya #depo air minum #Cahpreuner Kota Blitar #hotel #pabrik