BLITAR KAWENTAR – Banyaknya industri ternak ayam yang ada di Kabupaten Blitar membuat Koperasi Berkah Telur Blitar mendorong agar Kabupaten Blitar menjadi salah satu lokasi pembangunan pabrik breeding dan pakan ayam milik pemerintah pusat.
Usulan itu dinilai penting karena Kabupaten Blitar merupakan pemasok telur nasional.
Ketua Koperasi Berkah Telur, Yesi Yuni Astuti mengatakan, dorongan tersebut muncul setelah dirinya mengikuti undangan Menteri Pertanian Amran Sulaiman ke Jakarta beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan itu, dia mendapat penjelasan terkait rencana pembangunan puluhan pabrik DOC (day old chick) dan pakan ayam yang dikelola pemerintah.
“Setelah saya ikuti penjelasannya dan melihat titik-titik rencana pabrik, ternyata banyak yang berada di daerah red zone yang justru minim peternak. Dari situ muncul pertanyaan, padahal Kabupaten Blitar merupakan sentra peternakan, harusnya bisa di daerah kami,” ujarnya.
Yesi melanjutkan, Kabupaten Blitar merupakan salah satu daerah dengan populasi peternak ayam petelur terbesar di Indonesia, selain Lampung dan beberapa wilayah di Sumatra.
Karena itu, pembangunan pabrik di daerah sentra akan jauh lebih efektif dan efisien.
Jika pabrik pakan ada di Kabupaten Blitar dapat menekan biaya operasional dan transportasi. Selama ini pihaknya masih bergantung pada swasta dan harus menanggung biaya distribusi yang tidak sedikit.
Atas dasar itu, Koperasi Berkah Telur Blitar pada Desember lalu, telah mengajukan permohonan kepada Bupati Blitar. Usulan ini dilakukan, agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar memberikan fasilitasi dan menyampaikan aspirasi tersebut ke pemerintah pusat.
“Harapan kami, dari sekitar 30 titik pabrik yang direncanakan, setidaknya satu bisa direalisasikan di Kabupaten Blitar. Namun hingga kini belum ada perkembangan signifikan terkait usulan tersebut,” ungkapnya.
Informasi yang beredar, lokasi terdekat pembangunan pabrik berada di wilayah Malang.
Baca Juga: ASN Wajib Aktifkan MFA ASN Digital, Ini Cara Login hingga Reset Akun di MyASN BKN
Namun, Yesi menilai pilihan itu belum sepenuhnya mencerminkan sebaran peternak yang ada. Sebab, dari sisi jumlah peternak, Kabupaten Blitar justru jauh lebih banyak.
Karena itu, dia masih berharap meski proses di pusat katanya sudah berjalan.
Koperasi Berkah Telur Blitar berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan aspek kedekatan dengan peternak sebagai faktor utama agar program penguatan perunggasan nasional benar-benar memberi manfaat maksimal bagi pelaku usaha di daerah.
“Kami tetap berharap, meski titik-titik itu sudah ditentukan. Kalau aspirasi dari bawah disampaikan dengan argumentasi kuat, bukan tidak mungkin bisa ada perubahan,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah