Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Wabah PMK di Blitar Makin Meluas, Disnakkan Gunakan Metode Ini untuk Maksimalkan Pencegahan

M. Subchan Abdullah • Minggu, 1 Februari 2026 | 07:24 WIB

‎MELINTAS: Sapi yang menjadi bagian persebaran hewan ternak di Kabupaten Blitar.  ‎
‎MELINTAS: Sapi yang menjadi bagian persebaran hewan ternak di Kabupaten Blitar. ‎

BLITAR KAWENTAR – Seiring masih ditemukannya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di sejumlah wilayah, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar terus mengintensifkan upaya pencegahan PMK pada hewan ternak.

Salah satu langkah yang ditekankan adalah penerapan pencegahan terpadu, mulai dari vaksinasi hingga penguatan imunitas ternak melalui perawatan tambahan.

‎‎Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar, Lusia Adityaningtyas mengatakan, pencegahan PMK tidak bisa hanya mengandalkan satu metode.

Menurutnya, perlu kedisiplinan peternak dalam menerapkan langkah-langkah dasar yang telah dianjurkan pemerintah.

‎“Peternak juga kami minta untuk mengarantina ternak baru selama 7 sampai 14 hari sebelum dicampur dengan ternak lain. Ini langkah sederhana, tetapi sangat efektif untuk mencegah penyebaran penyakit,” jelasnya.

‎‎Selain langkah teknis tersebut, disnakkan juga mendorong peternak meningkatkan daya tahan tubuh ternak melalui pemberian pakan bergizi dan air bersih.

Bahkan, pemanfaatan ramuan herbal juga diperbolehkan sebagai upaya pendukung untuk menjaga imunitas hewan.

‎Lusia menyebutkan, ramuan herbal yang umum digunakan antara lain kunyit, temulawak, jahe, serai, asam jawa, dan gula merah. Bahan-bahan tersebut direbus dan airnya diberikan kepada ternak secara berkala.

Baca Juga: PSIS Semarang Panaskan Bursa Transfer Putaran Kedua Liga 2, Investor Baru, Rumor Pemain Borneo FC hingga Dewangga Bikin Panser Biru Kembali Bergemuruh

“Ramuan herbal ini sifatnya membantu meningkatkan imunitas tubuh ternak. Untuk pencegahan bisa diberikan seminggu sekali, sedangkan pada ternak yang sudah terinfeksi dapat diberikan setiap hari sebagai pendukung perawatan,” katanya.

‎Meski demikian, dia menegaskan, penggunaan ramuan herbal tidak menggantikan penanganan medis dan vaksinasi.

Peternak tetap diminta segera melapor kepada petugas kesehatan hewan jika menemukan ternak dengan gejala PMK, seperti luka di mulut, kuku, atau penurunan nafsu makan.

“Pelaporan cepat sangat penting agar penanganan bisa segera dilakukan dan penularan tidak meluas,” tegas Lusia. (kho/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#perikanan #Wabah PMK #peternak #blitar #Penyakit Mulut dan Kuku #sapi #peternakan #disnakkan kabupaten blitar