Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pemkab Blitar Siap Gelar Gerakan Pangan Murah Antisipasi Inflasi di Momen Ramadan hingga Jelang Lebaran

Akhmad Nur Khoiri • Sabtu, 14 Februari 2026 | 17:15 WIB
ILUSTRASI OPERASI PASAR MURAH
ILUSTRASI OPERASI PASAR MURAH

BLITAR KAWENTAR – Langkah strategis mengantisipasi gejolak harga pangan menjelang Ramadan telah disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar. Salah satu upayanya menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serta mengampanyekan pola belanja bijak kepada masyarakat luas.

‎Kabid Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Blitar, Fauzia Laame menjelaskan, pelaksanaan GPM dilakukan dengan pemilihan lokasi berdasarkan karakteristik wilayah yang masuk dalam kategori daerah rawan pangan.

‎"Dalam kegiatan ini, kami akan menyediakan berbagai komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur dengan harga yang lebih terjangkau," ujarnya.

‎Program GPM ini terlaksana berkat sinergi lintas sektor, di antaranya kerja sama dengan PIC Bulog serta kemitraan dengan para pengusaha dan pedagang beras lokal di Blitar.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah ingin memastikan masyarakat di wilayah rawan pangan tetap memiliki akses terhadap bahan pokok dengan harga yang stabil meski tren permintaan pasar mulai meningkat.

‎Selain intervensi harga, pemerintah juga menyoroti pola konsumsi masyarakat selama bulan suci.

Fauzia menekankan pentingnya program dari Bapamas terkait edukasi belanja bijak. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aksi borong (panic buying) dan lebih teliti dalam mengelola konsumsi rumah tangga guna mengurangi sisa makanan yang terbuang percuma.

‎"Kami mengimbau masyarakat agar konsumsi dan belanja pangan tetap bijak selama Ramadan. Hindari stok belanja yang boros dan mari bersama-sama mengurangi sisa makanan berlebih," tegasnya.

‎Sebagai informasi terkait komoditas beras dalam sepekan terakhir, harga beras premium berada di kisaran Rp 14.852 per kilogram, sementara beras medium tercatat Rp 12.771 per kilogram.

Harga tersebut mencerminkan kondisi pasokan beras di pasaran yang masih relatif stabil menjelang pertengahan bulan.

‎Sementara itu, komoditas minyak goreng menunjukkan perbedaan harga berdasarkan jenis dan kemasan.

Baca Juga: Megawati Hangestri Mengamuk! Pertamina Enduro Sikat Medan Falcons 3-0 dan Kudeta Puncak Klasemen Proliga 2026

Minyak goreng curah dijual dengan harga Rp 18.884 per kilogram. ‎

Adapun minyak goreng kemasan premium dipatok Rp 21.074 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan sederhana berada di angka Rp 17.753 per liter. Untuk minyak goreng MinyaKita, harga tercatat Rp 16.017 per liter.

‎Dengan kombinasi antara penyediaan pangan murah dan edukasi belanja bijak, Pemkab Blitar berharap stabilitas pangan di tingkat daerah dapat terjaga dengan baik sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga yang ekstrem. (kho/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#inflasi #gerakan pangan murah #Pemkab Blitar #DKPP Kabupaten Blitar #ramadan #Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian