BLITAR KAWENTAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar kembali membuka pasar takjil Ramadan di sejumlah titik. Salah satunya adalah di Jalan Kenanga atau timur kantor Wali Kota Blitar.
Pasar takjil ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk mendukung pelaku UMKM sekaligus menata aktivitas perdagangan takjil agar berlangsung tertib dan teratur.
Kepala Disperindag Kota Blitar, Parminto menegaskan, seluruh aktivitas perdagangan selama Ramadan tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku.
Para pedagang kaki lima (PKL), khususnya penjual takjil, memiliki izin serta mematuhi aturan lokasi dan jam operasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota Blitar Nomor 12 Tahun 2023. Untuk memastikan kepatuhan tersebut, disperindag telah melakukan sosialisasi langsung kepada para pedagang.
“Melalui pendekatan door-to-door ke lapak masing-masing,” jelasnya.
Selain penegakan aturan, pemkot juga memfasilitasi pelaku usaha melalui penyelenggaraan Bazar Takjil Ramadan 2026.
Bazar ini akan berlangsung mulai hari pertama Ramadan, Kamis (19/2) hingga H-1 sebelum takbiran. Dimulai pukul 15.00–18.00 WIB, lokasi utama bazar di sepanjang Jalan Kenanga atau kawasan Alun-Alun Kota Blitar.
“Kegiatan ini ditujukan sebagai wadah promosi produk lokal sekaligus penggerak ekonomi UMKM di Kota Blitar,” ungkapnya.
Selain di Jalan Kenanga dan Alun-Alun Kota Blitar, pemkot juga menyiapkan penambahan lokasi bazar, antara lain di sekitar Pasar Templek serta halaman Pasar Legi, guna mengakomodasi kebutuhan pedagang dan pengunjung.
Pelaksanaan pasar takjil diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya, total omzet pedagang selama Ramadan tercatat mencapai lebih dari Rp 1 miliar. (sub/c1/ynu)
Editor : Satria Wira Yudha Pratama