BLITAR KAWENTAR - Stok elpiji 3 kilogram di sejumlah pangkalan di Kota Blitar dilaporkan sempat menipis dan mengalami kelangkaan.
Diduga, hal ini disebabkan tingginya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan dan libur panjang.
Seperti yang terjadi di Pangkalan LPG Suprabowo yang berlokasi di Jalan Beliton, Kota Blitar, dalam seminggu terakhir.
Pemilik pangkalan, Suprabowo mengatakan, pasokan elpiji sebenarnya sudah dipesan, tetapi masih harus menunggu antrean pengiriman. Saat elpiji datang, jumlah pembeli dinilai jauh lebih banyak dibandingkan stok dan pesanan yang tersedia.
“Biasanya kami menerima sekitar 27 tabung, tapi sekarang hanya 20 tabung. Begitu datang langsung habis karena pembelinya memang lebih dari biasa banyak,” ujarnya.
Dia mengaku harga jual di pangkalan tetap sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 18 ribu per tabung, meski sempat mendengar adanya penjualan di luar pangkalan yang mencapai Rp 23 ribu atau lebih tinggi dari ketentuan.
“Kalau pangkalan tetap HRT jualnya, tapi gak tau kalau di luar,” tegasnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Parminto, mengatakan telah berkoordinasi dengan Pertamina agar proses distribusi elpiji tetap berjalan normal.
“Kami sudah bersurat ke Pertamina dan alhamdulillah mendapatkan respons positif. Selama hari libur dan cuti bersama tetap ada pengiriman elpiji ke agen, distributor, dan pangkalan resmi di Kota Blitar,” ungkapnya.
Menurut dia, dari sisi agen sebenarnya tidak ada pengurangan kuota kiriman.
Menurutnya, kelangkaan murni karena memang terjadi lonjakan jumlah permintaan masyarakat dari biasanya.
“Biasanya saat hari besar keagamaan banyak keluarga dari luar kota datang, ada kegiatan nyekar, selamatan, dan konsumsi meningkat,” jelasnya.
Dia mengimbau agar penggunaan elpiji bersubsidi 3 kilogram memang benar-benar digunakan oleh masyarakat yang berhak menerima subsidi.
“Bagi masyarakat yang mampu, kami harap bisa menggunakan elpiji 12 kilogram atau bright gas,” pungkasnya. (bud/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah