Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita Perempuan Muda Blitar Bangun Usaha Boks Hamper, Kini Layani Pesanan dari Berbagai Daerah

Fajar Rahmad Ali Wardana • Sabtu, 28 Februari 2026 | 12:51 WIB

Lendy Renora, Pelaku usaha boks hamper Blitar ramai pesanan jelang Lebaran.
Lendy Renora, Pelaku usaha boks hamper Blitar ramai pesanan jelang Lebaran.

BLITAR KAWENTAR - Bangunan asri dan sejuk di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, tersimpan tumpukan boks tersusun rapi. 

Aneka desain kemasan dengan pita dan sentuhan elegan itu siap dikirim ke berbagai kota di Indonesia. Itu merupakan boks hamper, komoditas milik Lendy Renora.

Dia akrab disapa Lendy, yang memulai usahanya sejak 2018. Berawal dari coba-coba karena merasa susah untuk mendapatkan boks hamper di Blitar. Bahkan, dia harus mendapatkan kemasan itu hingga ke Jawa Tengah.

Kini, bisnis kemasan dan boks hamper miliknya melayani pelanggan dari seluruh Indonesia.

“Saya memang dari awal tidak ingin menyasar lokal saja. Menurut saya, usaha itu jangan hanya lingkup Blitar. Harus berani langsung ke pasar yang lebih luas,” ujar Lendy.

Fokus usahanya bukan pada isi hamper, melainkan pada kemasan. Dia melihat celah pasar yang belum banyak digarap pelaku usaha lain. Sebab, pengusaha lain banyak yang fokus pada produknya.

Menurutnya, kemasan itu bisa berdampak nila lebih pada pelanggan. Misalnya, orang memiliki produk baju dengan kemasan yang bagus, maka nilainya bisa naik.

Kesadaran itu muncul dari pengalaman pribadinya. Sebelum menekuni usaha boks hamper, Lendy lebih dulu berjualan baju. Dari sana, dia memahami betul pentingnya tampilan luar sebuah produk.

Awal merintis, dia mengerjakan semuanya sendiri. Mulai dari menjadi admin, mendesain, produksi, hingga packing.

Promosi pun hanya mengandalkan Instagram dengan memaksimalkan hashtag.

“Saya dulu benar-benar sendiri. Iseng saja posting-posting di Instagram. Tidak jual ke teman-teman karena pasar jadi sempit. Saya langsung incar pasar luas,” tuturnya.

Perempuan 33 tahun ini pada masa awal usahanya merasa bersyukur dan bahagia mendapat 10 pesanan per hari.

Namun kini, angka itu melonjak drastis. Untuk menutup biaya operasional dan menggaji karyawan, dia menargetkan ratusan pesanan per hari.

“Sekarang minimal 200 order per hari. Karena sudah ada tanggung jawab operasional, maka dari itu saya berani untuk merekrut karyawan hingga 30 orang, dengan memperdayakan tetangga sekitar,” ungkapnya.

Satu per satu inovasi pun terus dilakukan. Salah satunya dengan membuat boks eksklusif untuk kebutuhan pernikahan dan momen hari raya seperti Natal dan Idul Fitri.

Pesanan datang dari berbagai kalangan, mulai perusahaan swasta hingga instansi besar seperti Bank Indonesia. Strategi pemasarannya pun memadukan kekuatan media sosial dan relasi dengan bertemu tatap muka.

“Tidak bisa hanya satu pintu. Sosial media jalan, relasi juga harus jalan. Karena kita mengejar omzet,” katanya.

Bagi Lendy, kemasan bukan sekadar pembungkus. Lebih dari itu, kemasan adalah citra dan nilai tambah sebuah produk.

Dari Desa Kemloko, dia membuktikan bahwa ide sederhana bisa menembus pasar nasional jika digarap dengan konsisten dan berani berpikir luas.(jar/c1/ady)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#Boks #desa #usaha #Hamper #blitar #bisnis #pengusaha muda #lebaran #perempuan #perempuan muda #nglego