TRENDING: Syarifa Febriyanti menunjukkan hamper Lebaran yang dibuatnya sebelum dikirim ke pemesan.
BLITAR KAWENTAR - Geliat persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri di Bumi Bung Karno tidak hanya tampak di pasar tradisional, tetapi juga menyentuh sektor UMKM dan industri kreatif.
Salah satu yang tengah naik daun adalah usaha hamper milik Syarifa Febriyanti, warga Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo.
Ya, menjelang Lebaran, hamper selalu menjadi barang yang paling dicari. Permintaan bingkisan hadiah yang dikemas cantik itu cenderung melonjak cukup drastis hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.
Tidak sedikit pelaku usaha hamper berlomba-lomba untuk menjemput peluang cuan di momen menjelang Lebaran.
Salah satunya adalah Syarifa Febriyanti, pemilik usaha Chocobuket. Dia mengungkapkan bahwa tren berkirim bingkisan kini semakin bervariatif.
Jika dahulu parsel hanya berisi makanan ringan, kini masyarakat lebih meminati perpaduan nilai estetika dan manfaat.
"Yang paling best seller tahun ini adalah paket isi snack kaleng yang di-mix dengan barang pecah belah. Kesannya jauh lebih mewah dan elegan untuk diberikan kepada keluarga atau rekan kerja," ujar pemilik usaha yang merintis bisnisnya sejak 2019 tersebut.
Baca Juga: 3.300 ASN Kota Blitar Resmi Terima THR Lebaran, Pemkot: Jangan Buat Foya-foya
Menariknya, tren buket uang sebagai alternatif THR juga menjadi primadona baru yang banyak dipesan pelanggan.
Dengan kisaran harga yang kompetitif, mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu, Syarifa mampu melayani hingga 20 pesanan hamper per hari.
Keunggulan utamanya terletak pada sistem custom sehingga pelanggan bebas menentukan desain dan isi sesuai bujet mereka.
Meski permintaan membeludak, tantangan besar tetap membayangi, terutama terkait ketersediaan bahan baku dan fluktuasi harga supplier yang merangkak naik mendekati hari raya.
Namun, kondisi ini tidak menyurutkan semangat Syarifa untuk terus berinovasi. Dia berharap UMKM kreatif di Bumi Bung Karno terus mendapat ruang luas agar produk lokal semakin dikenal secara nasional.
Melalui sentuhan kreativitas, usaha yang berawal dari keisengan memberi kado teman ini kini sukses menjadi ladang ekonomi yang menjanjikan di tengah momentum hari kemenangan.(*/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah