BLITAR KAWENTAR - Hari Raya Idulfitri perkembangan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Blitar terpantau relatif terkendali.
Meski demikian, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga seiring meningkatnya permintaan masyarakat ketika menjelang hari besar keagamaan. Terutama cabai rawit yang terus mengalami lonjakan harga.
Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Blitar, Anang Cristiana mengatakan, Kabupaten Blitar termasuk daerah non indeks harga konsumen (non-IHK). Maka dari itu, pihaknya menyebut Bumi Penataran merupakan daerah yang tidak dihitung inflasinya.
Baca Juga: Harga Cabai Masih Labil di Momen Lebaran, Kini Giliran Sayur Terkerek Naik
Meskipun begitu, dia memastikan inflasi daerah stabil hingga Idul Fitri. “Namun dalam pemantauan pergerakan harga, kami menggunakan indeks perkembangan harga (IPH) yang memantau sekitar 50 komoditas kebutuhan pokok,” ujarnya.
Anang melanjutkan, pada 10 hari menjelang Lebaran, IPH Kabupaten Blitar cenderung masih terkendali. Namun, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga karena meningkatnya permintaan saat menjelang hari besar keagamaan.
Berdasarkan data pemantauan harga dari dinas perindustrian dan perdagangan, sejumlah komoditas mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Cabai rawit menjadi komoditas dengan lonjakan paling signifikan.
Baca Juga: Cerita Perajin Hamper Blitar Kebanjiran Order Hampers Lebaran, Omzet Naik hingga Berkali Lipat
Pada 2 Maret tercatat Rp 68 ribu per kilogram dan terus naik hingga mencapai Rp 71 ribu per kilogram pada 11 Maret. Harga tersebut bahkan telah melampaui harga acuan pembelian (HAP) yang berada pada kisaran Rp 40 ribu hingga Rp 57 ribu per kilogram.
Selain cabai rawit, harga daging ayam ras juga mengalami kenaikan bertahap dari Rp 37 ribu per kilogram pada awal Maret menjadi Rp 39 ribu per kilogram pada 10–11 Maret. Meski naik, harga tersebut masih berada di bawah HAP sebesar Rp 40 ribu per kilogram.
Sementara itu, beberapa jenis beras premium juga mulai merangkak naik. Beras premium cap Sania dan cap Koi yang semula berada di kisaran Rp 14.800 per kilogram kini naik menjadi Rp 14.900 per kilogram.
Sebaliknya, sejumlah komoditas lain masih relatif stabil. Harga telur ayam bertahan di kisaran Rp 29 ribu per kilogram, bawang putih Rp 38 ribu per kilogram, gula pasir Rp 17 ribu per kilogram, serta minyak goreng Minyakita Rp 15.700 per liter.
Anang menjelaskan, kenaikan harga beberapa komoditas tersebut masih tergolong wajar dan belum berdampak signifikan terhadap stabilitas harga secara keseluruhan.
“Untuk cabai rawit, daging ayam ras dan beras premium memang mengalami kenaikan karena permintaan meningkat. Namun untuk daging ayam dan beras masih di bawah harga acuan pemerintah, hanya cabai rawit yang saat ini berada di atas HAP,” pungkasnya. (jar/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah