BLITAR - Dunia otomotif tanah air kembali dihebohkan dengan momen istimewa YouTuber kenamaan Fitra Eri yang baru saja melakukan serah terima unit BMW iX. Mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle) ini bukan sekadar kendaraan biasa, melainkan simbol kemewahan masa depan yang dibalut dengan teknologi mutakhir. Menariknya, proses serah terima ini dilakukan di dealer terbaru BMW Performance Motors yang mengusung konsep "Retail Next" pertama di pusat kota Jakarta.
Pemilihan BMW iX oleh sang pakar otomotif ini tentu didasari alasan yang sangat logis. Dalam keterangannya, Fitra Eri mengungkapkan bahwa ia membutuhkan SUV listrik yang akomodatif untuk keluarga namun tetap memiliki performa buas. "Ini adalah dedicated EV, artinya basisnya benar-benar dibangun sebagai mobil listrik dari nol, bukan konversi dari mobil bensin," ujar Fitra. Hal ini memberikan efisiensi ruang kabin yang jauh lebih lega dibandingkan model elektrik lainnya.
Mobil dengan warna Oxide Grey ini tampil sangat mencolok di jalanan. Kehadiran BMW iX di garasi Fitra Eri juga menandai babak baru baginya sebagai pemilik BMW baru pertama kali, setelah sebelumnya hanya memiliki unit klasik BMW E30 tahun 1991. Unit yang diterima ini pun langsung dilapisi perlindungan cat maksimal menggunakan V-Kool PPF sebelum mengaspal secara resmi di jalanan ibu kota.
Baca Juga: 4 Mobil Bekas Rp100 Jutaan Terbaik untuk Keluarga, Avanza hingga Xpander Jadi Pilihan Aman!
Konsep Retail Next: Masa Depan Pelayanan BMW
Dealer tempat serah terima unit BMW iX milik Fitra Eri bukan sekadar ruang pamer biasa. Konsep Retail Next yang diterapkan di BMW Performance Motors mengutamakan pengalaman pelanggan yang lebih hangat dan berkelanjutan (sustainable). Tidak ada lagi kesan kaku dengan dominasi warna putih; kini interior dealer lebih menyerupai galeri seni yang nyaman dengan sentuhan material kayu ramah lingkungan.
Salah satu fitur unggulan di dealer ini adalah Emotional Virtual Experience (EVE). Konsumen dapat melakukan konfigurasi mobil impian secara interaktif melalui layar besar yang terhubung langsung dengan smartphone. Teknologi ini memungkinkan calon pembeli melihat detail interior, animasi fitur, hingga simulasi pencahayaan mobil di malam hari hanya dengan memindai kode QR.
Baca Juga: Tips Memilih Mobil Pertama 2026: Kenapa Toyota Agya dan Toyota Calya Jadi Rekomendasi Terbaik?
Spesifikasi Mewah dan Sasis Karbon yang Ringan
Secara teknis, BMW iX menawarkan spesifikasi yang mengagumkan dengan tenaga mencapai 322 HP dan torsi instan 630 Nm. Angka ini memungkinkan SUV bongsor tersebut melesat dari 0-100 km/jam hanya dalam waktu 6,1 detik. Salah satu aspek yang paling memukau adalah penggunaan sasis monocok berbahan Carbon Fiber Reinforced Plastic (CFRP).
Material karbon fiber ini biasanya hanya ditemukan pada mobil sport eksotis. Penggunaannya pada BMW iX tidak hanya membuat bobot mobil lebih ringan, tetapi juga meningkatkan standar keselamatan secara signifikan karena kekuatan cangkang karbon yang luar biasa dalam melindungi penumpang. Keindahan sasis karbon ini bahkan sengaja diperlihatkan di area pilar pintu saat pintu dibuka.
Baca Juga: 10 Mobil Terbaik untuk Pemula 2026: Rekomendasi City Car Irit, Murah, dan Mudah Dikendarai!
Fitur Futuristik Hans Zimmer hingga Panoramic Roof Pintar
Interior BMW iX juga tidak kalah mengejutkan dengan curved display berukuran raksasa dan setir berbentuk segi enam yang unik. Kemewahan semakin terasa dengan penggunaan kristal Swarovski pada tombol pengaturan kursi dan kontrol iDrive. Tak hanya visual, pendengaran pengemudi juga dimanjakan dengan sistem audio Harman Kardon serta efek suara Iconic Sounds hasil kolaborasi dengan komposer film legendaris Hans Zimmer.
Fitur lain yang sangat futuristik adalah Electrochromatic Panoramic Roof. Atap kaca ini tidak memerlukan penutup kain manual; cukup dengan satu sentuhan tombol, kaca akan berubah dari transparan menjadi gelap seketika untuk menjaga privasi dan menghalau panas matahari. Dengan jaminan servis selama 5 tahun dan garansi baterai hingga 8 tahun, BMW iX menjadi standar baru kendaraan listrik premium di Indonesia.
Editor : Saifullah Muhammad Jafar