BLITAR - Menghabiskan waktu libur panjang dengan melakukan perjalanan darat lintas pulau (road trip) selalu menjadi pengalaman yang mendebarkan sekaligus menantang. Selain memastikan kendaraan dalam kondisi prima, faktor konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) sering kali menjadi pertimbangan utama bagi keluarga. Apalagi, belakangan ini muncul perbincangan di kalangan pecinta otomotif terkait efisiensi BBM antara mobil berteknologi hybrid ringan dengan LMPV bermesin konvensional.
Sebuah eksperimen road trip terbaru yang dilakukan oleh kreator konten otomotif mencoba membuktikan rumor efisiensi tersebut. Dalam perjalanan sejauh 3.027 kilometer dengan rute Jakarta-Bali-Malang-Jakarta, tim menguji performa Suzuki Ertiga Hybrid untuk dibandingkan secara langsung dengan rekam jejak perjalanan mereka sebelumnya yang menggunakan Mitsubishi Xpander Ultimate di rute yang hampir serupa. Pertanyaan terbesarnya adalah: benarkah Suzuki Ertiga Hybrid jauh lebih hemat dibandingkan Xpander?
Pengujian Ekstrem di Berbagai Kondisi Jalan
Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Pulau Dewata. Layaknya road trip pada umumnya, tim dihadapkan pada berbagai dinamika perjalanan. Mulai dari kemacetan horor di tol arah Bandung, konstan melaju di tol Trans Jawa, melibas tanjakan dan tikungan curam di jalur Situbondo-Baluran, hingga mengantre berjam-jam dalam kondisi mesin menyala saat penyeberangan kapal feri di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk akibat cuaca buruk. Kondisi ini menuntut kerja ekstra dari mesin Suzuki Ertiga Hybrid dan Air Conditioner (AC) yang harus terus menyala demi kenyamanan penumpang anak-anak.
Menariknya, selama menempuh rute awal dari Jakarta hingga rest area Bawen sejauh 641 kilometer, catatan konsumsi bahan bakar Suzuki Ertiga Hybrid berada di angka yang sangat impresif, yakni 16,05 km/liter dengan metode perhitungan pengisian full-to-full. Angka ini diraih meski mobil sempat terjebak kemacetan panjang.
Ertiga Hybrid vs Xpander: Siapa Lebih Irit?
Setelah merampungkan total perjalanan 3.027 km, angka final akhirnya didapatkan. Selama perjalanan panjang tersebut, Suzuki Ertiga Hybrid menghabiskan total BBM sebanyak 183,4 liter. Jika dikalkulasikan, efisiensi konsumsi BBM rata-rata tercatat di angka 16,5 km/liter. Biaya BBM yang dikeluarkan berkisar di angka Rp2 jutaan dengan menggunakan bensin oktan 92 (Pertamax/BP 92) dan sesekali bensin bersubsidi.
Hasil ini secara telak mematahkan rumor yang beredar sekaligus mengungguli rekam jejak Mitsubishi Xpander. Dalam pengujian sebelumnya dengan rute 3.200 kilometer (Jakarta-Bali-Jogja-Jakarta), Xpander membutuhkan total BBM sebanyak 224 liter. Konsumsi rata-rata Xpander tercatat lebih boros, yakni hanya di kisaran 14 km/liter, padahal waktu itu penggunaan bensin bersubsidi dilakukan lebih sering.
Keunggulan Lainnya: Performa Responsif dan Suspensi Empuk
Selain unggul dalam hal efisiensi konsumsi bahan bakar, pengemudi juga merasakan perbedaan signifikan pada respon tenaga mesin. Tenaga Suzuki Ertiga Hybrid dirasa jauh lebih instan dan responsif, terutama saat harus melakukan manuver menyalip kendaraan besar (truk/bus) di jalur non-tol seperti Probolinggo dan Situbondo. Pengemudi tidak perlu memikirkan momentum layaknya saat mengendarai Xpander.
Kelebihan lain yang menjadi nilai plus bagi mobil Suzuki ini adalah kekedapan kabin yang sangat baik. Suara angin dan gesekan ban mampu diredam dengan maksimal. Meskipun tidak memiliki fitur Cruise Control, perjalanan panjang tetap terasa nyaman karena desain jok yang ergonomis menopang tubuh dengan sempurna, serta kualitas audio yang lebih superior meski tanpa tambahan tweeter.
Pada akhirnya, Suzuki Ertiga Hybrid membuktikan diri sebagai "All-Rounder" LMPV sejati yang menggabungkan efisiensi tinggi, performa mumpuni, kenyamanan kabin, dan harga yang sangat kompetitif di kelasnya.
Editor : Saifullah Muhammad Jafar