BLITAR KAWENTAR - Ada satu warung sederhana di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, yang tetap jadi favorit banyak orang: Soto Babat Pak Jito Jiwut.
Kuliner legendaris yang hadir sejak tahun 80-an. Warungnya neko-neko, tapi rasanya bikin orang susah pindah ke lain hati.
Ya, warung ini sudah ada sejak 1984. Dulu, tempatnya cuma bangunan gedek sederhana.
Pendirinya, almarhum Pak Jito, jualan bareng istrinya, Ibu Suryani.
Menariknya, awalnya bukan soto yang dijual, melainkan es campur jadul dengan es serut manual yang dulu jadi primadona.
Windari, anak Pak Jito yang sekarang ikut mengelola, bilang kalau kunci utamanya cuma satu: tetap pakai resep lama. ”Gak ada yang diubah. Dari dulu ya begitu, bumbunya sederhana,” ujarnya, meyakinkan.
Kesederhanaan itu justru jadi kekuatan.
Rasa kuahnya khas, babatnya empuk, dan aromanya langsung bikin lapar.
Baca Juga: Bahaya Dehidrasi, Dinkes Kabupaten Blitar Ingatkan Masyarakat Cukupi Konsumsi Cairan Harian
Banyak pelanggan datang bukan cuma buat makan, melainkan juga buat nostalgia.
Salah satunya adalah warga perantau yang ketika pulang kampung ke Blitar selalu mampir di Warung Soto Babat Pak Jito.(bud/c1/sub)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly