BLITAR KAWENTAR - Upgrade Kereta Singasari ke rangkaian stainless steel new generation menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta transportasi kereta api.
Banyak yang menyebut pengalaman barunya kini mendekati kereta kelas premium.
Perubahan ini mulai berlaku sejak pertengahan bulan, ketika Kereta Singasari melakukan rolling rangkaian dengan Bangunkarta.
Dampaknya, Singasari kini menggunakan armada terbaru yang sebelumnya hanya identik dengan layanan unggulan.
Sejak keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen, pengalaman naik Kereta Singasari sudah terasa berbeda.
Tidak hanya dari sisi sarana, suasana stasiun pun semakin modern dengan sentuhan pencahayaan artistik di malam hari.
Detail Rangkaian dan Komposisi Kereta
Rangkaian Kereta Singasari terdiri dari beberapa kelas, dengan dominasi kereta ekonomi di bagian depan dan empat gerbong eksekutif di bagian belakang.
Selain itu, terdapat kereta makan dan pembangkit yang melengkapi perjalanan.
Menariknya, dari tiga rangkaian yang beroperasi, tidak semuanya menggunakan susunan baru secara penuh.
Namun, pada rangkaian terbaru, tampilan terlihat lebih seragam dengan livery yang konsisten.
Interior kelas eksekutif menjadi sorotan utama. Kursi dirancang lebih ergonomis dengan tambahan penyangga leher, meski sebagian penumpang merasa posisi duduk cenderung lebih tegak dibanding generasi sebelumnya.
Pengalaman Perjalanan Malam
Perjalanan malam menjadi salah satu keunggulan Kereta Singasari. Mode pencahayaan malam yang gelap total di bagian atas kabin menciptakan suasana nyaman untuk tidur.
Penumpang juga dimanjakan dengan layanan makanan keliling dari pramugari, sehingga tidak perlu pergi ke kereta makan.
Hal kecil seperti ini menambah nilai kenyamanan selama perjalanan panjang.
Namun, perjalanan tidak sepenuhnya mulus. Di beberapa lintasan, terutama menjelang Cirebon, getaran dan suara roda cukup terasa.
Hal ini menunjukkan bahwa kenyamanan tidak hanya dipengaruhi oleh armada, tetapi juga kondisi rel.
Banyak Berhenti, Jadi Ciri Khas
Salah satu karakter utama Kereta Singasari adalah banyaknya pemberhentian.
Mulai dari Bekasi, Cikarang, hingga Cikampek, kereta ini melayani lebih banyak stasiun dibanding kereta cepat lainnya.
Hal ini membuat durasi perjalanan menjadi lebih panjang, namun sekaligus memberikan fleksibilitas bagi penumpang dari berbagai kota untuk mengakses layanan ini.
Skema berbagi peran dengan Bangunkarta juga menarik. Jika satu kereta berhenti di stasiun tertentu, yang lain akan melintas langsung. Strategi ini dinilai efektif untuk pemerataan layanan.
Nyaris Tanpa Gap dengan Kereta Unggulan
Dengan upgrade terbaru, Kereta Singasari kini sulit dibedakan dari kereta unggulan dari sisi fasilitas.
Baik dari segi kursi, pencahayaan, hingga pendingin ruangan, semuanya sudah setara.
Perbedaan utama kini hanya terletak pada jadwal dan jumlah pemberhentian.
Ini menjadi bukti bahwa modernisasi armada KAI semakin merata di berbagai kelas layanan.
Selama perjalanan, kondisi kabin dinilai cukup stabil. Meski ada peningkatan kebisingan di beberapa titik, secara keseluruhan pengalaman tetap nyaman.
Pilihan Tepat untuk Perjalanan Jarak Jauh
Dengan harga tiket sekitar Rp500 ribu untuk kelas eksekutif, Kereta Singasari menjadi pilihan menarik bagi penumpang yang ingin kenyamanan tanpa harus memilih kereta premium.
Jadwal keberangkatan yang tidak terlalu larut malam juga menjadi nilai tambah, terutama bagi pekerja yang ingin bepergian setelah jam kerja.
Upgrade ini menandai babak baru bagi Kereta Singasari. Dari yang sebelumnya dianggap biasa, kini menjelma menjadi layanan yang mampu bersaing di kelasnya.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan