BLITAR KAWENTAR - KA Singasari New Generation resmi hadir dengan berbagai pembaruan signifikan yang meningkatkan kenyamanan penumpang.
Kereta api yang melayani rute Pasar Senen Blitar ini kini menggunakan rangkaian Stainless Steel New Generation buatan PT INKA.
KA Singasari New Generation menjadi sorotan karena menghadirkan teknologi modern, salah satunya pintu otomatis yang dapat dibuka dan ditutup dengan tombol. Fitur ini menjadi pengalaman baru bagi penumpang kelas ekonomi, yang sebelumnya belum banyak ditemui pada layanan serupa.
Perjalanan dimulai dari Stasiun Pasar Senen menuju Cirebon. Dalam perjalanan tersebut, KA Singasari New Generation menunjukkan peningkatan kualitas, terutama dari sisi interior dan fasilitas penumpang.
Fasilitas Modern di KA Singasari New Generation
Salah satu keunggulan utama KA Singasari New Generation adalah jumlah kursi yang lebih sedikit, yakni 72 tempat duduk per gerbong.
Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan generasi sebelumnya, sehingga memberikan ruang kaki (legroom) yang lebih lega.
Kursi yang digunakan sudah mengusung sistem reclining dan revolving seat. Artinya, penumpang dapat merebahkan sandaran kursi sekaligus memutar arah duduk sesuai kebutuhan. Meski tidak bisa direbahkan sepenuhnya seperti kelas eksekutif, kenyamanan tetap terasa untuk perjalanan jarak jauh.
Setiap kursi juga dilengkapi stop kontak universal serta port USB tipe A dan tipe C. Hal ini memudahkan penumpang untuk mengisi daya perangkat selama perjalanan.
Toilet dan Fasilitas Pendukung Lebih Bersih
KA Singasari New Generation juga menghadirkan fasilitas toilet yang lebih modern.
Toilet dilengkapi dengan kloset duduk, wastafel, sabun cair, cermin, hingga pengharum ruangan. Sistem pintu geser dan tombol otomatis turut menambah kesan praktis dan higienis.
Tak hanya itu, tersedia juga musala di gerbong restorasi, lengkap dengan perlengkapan ibadah seperti mukena, sarung, dan sajadah. Ini menjadi nilai tambah bagi penumpang yang ingin tetap beribadah selama perjalanan.
Pengalaman Perjalanan Malam Lebih Nyaman
Dalam perjalanan malam, suasana kabin dibuat lebih redup dengan mode pencahayaan khusus.
Hal ini memberikan kenyamanan visual dan membantu penumpang beristirahat.
Suhu ruangan juga dijaga stabil di kisaran 22 derajat Celsius, menciptakan suasana yang sejuk tanpa terasa terlalu dingin.
Kereta ini memiliki banyak titik pemberhentian, seperti Bekasi, Cikarang, Karawang, hingga Cikampek. Meski tergolong kereta dengan banyak pemberhentian, performa kecepatan tetap stabil di kisaran 90–100 km/jam.
Gerbong Restorasi dan Menu Variatif
Penumpang juga dapat menikmati berbagai hidangan di gerbong restorasi.
Menu yang tersedia cukup beragam, mulai dari nasi goreng, nasi ayam geprek, hingga makanan khas nusantara dan minuman hangat seperti cokelat panas.
Selain makan di tempat, penumpang juga bisa memesan makanan langsung dari kursi melalui petugas kereta.
Perbandingan Kelas Ekonomi dan Eksekutif
Pada perjalanan kembali dari Cirebon ke Jakarta, kelas eksekutif KA Singasari New Generation menawarkan fasilitas yang lebih premium.
Jumlah kursi hanya 50 per gerbong dengan tambahan fitur seperti footrest, meja lipat, serta selimut.
Meski demikian, kelas ekonomi New Generation tetap menjadi pilihan menarik karena peningkatan kenyamanan yang cukup signifikan.
Kesimpulan
Hadirnya KA Singasari New Generation menjadi bukti peningkatan layanan kereta api di Indonesia.
Dengan fasilitas modern, kursi ergonomis, serta teknologi terbaru, perjalanan jarak jauh kini terasa lebih nyaman dan efisien.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan