BLITAR – Wisata edukasi Kampung Coklat yang menjadi ikon wisata di Blitar terus menunjukkan perkembangan positif. Tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata hits, Kampung Coklat kini juga berkembang menjadi produsen produk cokelat lokal yang mulai membidik pasar ekspor.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). BRI terus memberikan dukungan permodalan usaha bagi para UMKM binaan Kampung Coklat di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.
Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ini sejalan dengan misi perseroan untuk terus terlibat dalam keberlangsungan usaha segmen mikro. Besarnya potensi UMKM di Kampung Coklat dinilai perlu terus didorong agar mampu memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Selain menjadi pusat wisata edukasi, Kampung Coklat juga dinilai mampu mencerminkan komitmen BRI dalam mendorong pelaku UMKM agar naik kelas dan memiliki daya saing tinggi.
Yudika Hanafi selaku Branch Office Head BRI BO Blitar mengatakan, sebagian besar penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih didominasi sektor mikro.
“Sebagian besar penyaluran KUR didominasi oleh KUR sektor mikro yang tercatat sebesar Rp2,188 miliar atau 94,68 persen dari total penyaluran hingga April 2026,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sektor produksi yang dimaksud mencakup bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga industri jasa lainnya yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Blitar.
Melalui dukungan pembiayaan tersebut, BRI berharap UMKM di Blitar, termasuk Kampung Coklat, dapat terus berkembang, berdaya saing, dan mampu menembus pasar yang lebih luas.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.