BLITAR KAWENTAR - Pantai Jolosutro, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, kembali menjadi pusat perhatian dalam penyelenggaraan Festival Penyu Jolosutro 2026, sebuah kegiatan yang mengusung semangat pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir dengan mengambil tema “Satu Kepedulian,Ribuan Kehidupan’’.
Kegiatan yang berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme ini dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Bapak Drs. Rully Wahyu Prasetyowanto, M.E, beserta Pemerintah Kabupaten Blitar lainnya. Kegiatan ini dihadiri pula oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap upaya konservasi penyu yang telah berkembang di kawasan Pantai Jolosutro.
Festival ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian penyu yang menjadi salah satu satwa laut dilindungi. Sebagai upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini, Festival Penyu Jolosutro 2026 juga menggelar lomba mewarnai yang diikuti oleh siswa tingkat TK dan SD di Kecamatan Wates.
Tidak hanya itu, festival kali ini meresmikan Eco Learning Center sebagai sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat dan generasi muda. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan mitra internasional dalam mendukung konservasi yang berkelanjutan.
Ibu Yuke, selaku pegiat konservasi penyu di Jolosutro, yang juga merupakan Nasabah PNM Mekaar. Bersama kelompok konservasi yang dibinanya, Ibu Yuke aktif melakukan penyelamatan telur penyu, penetasan, perawatan tukik, hingga pelepasliaran ke habitat alaminya. Dedikasi tersebut menjadikan konservasi penyu Jolosutro sebagai salah satu contoh nyata pemberdayaan masyarakat pesisir yang mampu memberikan dampak sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.
Konservasi penyu Jolosutro juga mendapatkan dukungan dari Direct Aid Program (DAP) Australia sebagai mitra internasional yang turut mendukung kegiatan konservasi di kawasan ini. Dalam kesempatan tersebut, IbuChristine Bui, selaku Wakil Konsulat Jendral Australia melalui DAP Australia, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
"Tahun ini kami sangat bangga dapat mendukung proyek di Jawa Timur, termasuk di konservasi penyu Jolosutro ini. Kami melihat komitmen yang luar biasa dari masyarakat dalam menjaga habitat penyu dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan maupun generasi mendatang," ungkap Christine Bui.
Keberhasilan penyelenggaraan Festival Penyu Jolosutro 2026 juga tidak lepas dari dukungan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai salah satu pihak yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PNM memberikan dukungan berupa bantuan alat operasional konservasi serta dukungan sponsorship kegiatan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
Dukungan tersebut sejalan dengan semangat PNM untuk terus hadir mendampingi dan memberdayakan nasabah agar mampu tumbuh, berkembang, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Kehadiran PNM dalam Festival Penyu Jolosutro menjadi bukti bahwa pemberdayaan ekonomi dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi yang terjalin antara masyarakat, pemerintah, dan PNM, Festival Penyu Jolosutro diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat gerakan pelestarian penyu, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta mengembangkan potensi wisata edukasi berbasis konservasi yang mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat Kabupaten Blitar.(*)
Editor : M. Subchan Abdullah