BLITAR KAWENTAR – Momentum Ramadan membawa berkah bagi pelaku usaha box hamper Blitar. Salah satunya dirasakan Landy Renora, pemilik usaha pembuatan box hamper berbahan kertas karton di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, usahanya kebanjiran pesanan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mampu meraih omzet ratusan juta rupiah.
Kesibukan terlihat di tempat produksi miliknya. Belasan karyawan tampak menyelesaikan berbagai pesanan box hamper yang akan dikirim ke sejumlah kota besar.
Produk yang dibuat bukan berupa paket hampers lengkap, melainkan kemasan eksklusif yang digunakan pelaku usaha makanan, bakery, hingga vendor souvenir untuk mengemas produk mereka.
Memasuki musim Lebaran, permintaan mengalami lonjakan signifikan. Bahkan, pesanan sudah mulai berdatangan sejak tiga bulan sebelum Ramadan sehingga proses produksi dilakukan jauh hari agar seluruh permintaan pelanggan dapat terpenuhi tepat waktu.
"Kami fokus membuat kemasan hampers, bukan isi kuenya. Pemasaran langsung ke toko-toko bakery dan vendor souvenir," ujar Landy.
Landy menjelaskan, sebagian besar konsumennya merupakan pelaku usaha bakery, toko kue, UMKM, hingga vendor souvenir yang membutuhkan kemasan premium untuk menyambut momen Lebaran.
Seluruh produk dipasarkan secara daring melalui media sosial sehingga jangkauan pasarnya tidak hanya di Blitar, tetapi juga berbagai kota besar di Indonesia.
Strategi pemasaran digital tersebut terbukti efektif meningkatkan penjualan setiap tahunnya.
Menurutnya, tren pemberian hampers saat Hari Raya membuat permintaan kemasan terus meningkat karena banyak pelaku usaha ingin menghadirkan tampilan produk yang lebih menarik dan eksklusif.
Beragam model box hamper diproduksi dengan ukuran dan desain yang dapat disesuaikan kebutuhan pelanggan.
Harga jualnya berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp60 ribu per kotak, tergantung ukuran, jenis bahan, serta tingkat kerumitan desain.
Dengan banyaknya pesanan yang masuk selama Ramadan, omzet usaha tersebut mampu mencapai ratusan juta rupiah dalam satu musim penjualan.
Tingginya permintaan membuat seluruh proses produksi dilakukan secara maksimal agar setiap pesanan selesai sesuai jadwal pengiriman.
Lonjakan produksi juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Selama Ramadan, Landy memberdayakan sekitar 15 ibu rumah tangga di lingkungan sekitar tempat usahanya untuk membantu proses pembuatan box hamper.
Mereka terlibat dalam berbagai tahapan produksi, mulai dari perakitan, pelipatan, hingga proses finishing sebelum produk dikemas dan dikirim kepada pelanggan.
Langkah tersebut tidak hanya membantu memenuhi tingginya permintaan pasar, tetapi juga membuka tambahan penghasilan bagi warga sekitar selama bulan Ramadan.
Usaha box hamper yang dijalankan Landy bukanlah bisnis musiman.
Ia telah menekuni usaha ini selama kurang lebih delapan tahun dengan terus mengikuti perkembangan tren desain kemasan premium yang semakin diminati masyarakat.
Konsistensi menjaga kualitas produk serta memanfaatkan pemasaran digital menjadi salah satu kunci keberhasilan usahanya bertahan di tengah persaingan industri kemasan.
Selain melayani pasar domestik, produk box hamper buatannya juga telah merambah pasar internasional.
Beberapa pesanan diketahui berasal dari Singapura dan Malaysia yang menjadi pasar ekspor bagi produk kemasan hasil karya UMKM asal Kabupaten Blitar tersebut.
Keberhasilan menembus pasar luar negeri menjadi bukti bahwa produk lokal mampu bersaing dengan produk dari negara lain apabila didukung kualitas, desain menarik, dan strategi pemasaran yang tepat.
Meningkatnya tren hampers pada berbagai momen, terutama Ramadan dan Idulfitri, membuka peluang besar bagi industri kemasan kreatif.
Tidak hanya dibutuhkan pelaku usaha bakery, box hamper juga banyak digunakan oleh perusahaan, pelaku UMKM, hingga penyedia souvenir untuk meningkatkan nilai jual produknya.
Dengan memanfaatkan pemasaran online serta terus menghadirkan desain yang inovatif, Landy optimistis permintaan box hamper akan terus meningkat setiap tahunnya.
Baca Juga: ASEAN Shopee Cup 2026-2027 Resmi Tambah 16 Tim, Simak Hasil Drawing Grup dan Regulasi Barunya
Usaha yang berawal dari produksi kemasan sederhana itu kini berkembang menjadi bisnis dengan pasar nasional hingga internasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan kerja.
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari