BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Pidato Hari Bhayangkara ke-80 yang disampaikan Presiden Republik Indonesia menjadi sorotan karena memuat berbagai pesan strategis bagi institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tersebut, Presiden menegaskan bahwa tema "Polri untuk Masyarakat" bukan sekadar slogan, melainkan arah pengabdian yang harus terus menjadi pedoman seluruh anggota Bhayangkara.
Di hadapan Wakil Presiden, para pimpinan lembaga negara, jajaran kabinet, Kapolri beserta seluruh anggota Polri, Presiden menekankan bahwa keberadaan Polri harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, Polri hadir untuk melindungi rakyat, menjaga keamanan, serta mendukung pembangunan nasional di tengah berbagai tantangan global.
Dalam pidato Hari Bhayangkara ke-80, Presiden juga mengingatkan bahwa Indonesia saat ini sedang menjalani transformasi besar di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, birokrasi, pendidikan, pangan, hingga energi. Seluruh proses tersebut membutuhkan situasi keamanan yang stabil agar pembangunan berjalan sesuai harapan.
Baca Juga: Bagan 16 Besar Piala Dunia 2026 Resmi Terbentuk, Portugal vs Spanyol Jadi Duel Paling Dinanti
Stabilitas Menjadi Fondasi Kemajuan Bangsa
Presiden menegaskan bahwa tidak mungkin sebuah negara mencapai kemakmuran tanpa keamanan dan kepastian hukum. Stabilitas nasional dinilai menjadi syarat utama bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, hingga terciptanya kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, negara yang kuat adalah negara yang memiliki aparat penegak hukum yang dipercaya rakyat. Oleh sebab itu, Polri memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga ketertiban sekaligus mengawal jalannya pembangunan nasional.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Polri yang selama ini bekerja tanpa mengenal waktu dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Apresiasi terhadap Peran Polri
Dalam pidatonya, Presiden menilai Polri telah menunjukkan transformasi yang positif. Selain menjalankan tugas menjaga keamanan, Polri juga aktif mendukung berbagai program pemerintah.
Beberapa program yang mendapat perhatian antara lain penguatan ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi jagung, pembangunan gudang penyimpanan pangan, pembangunan sumur bor dan jembatan di daerah, hingga keterlibatan dalam penyediaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Presiden bahkan menyebut fasilitas dapur yang dibangun Polri menjadi salah satu yang terbaik berdasarkan penilaian berbagai pihak yang melakukan kunjungan ke Indonesia.
Selain itu, Polri juga dinilai aktif membantu masyarakat saat terjadi bencana alam, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, hingga memperkuat pelayanan publik di berbagai daerah.
Ancaman Kejahatan Semakin Kompleks
Di sisi lain, Presiden mengingatkan bahwa tantangan keamanan ke depan tidak akan semakin ringan. Perkembangan teknologi turut melahirkan berbagai bentuk kejahatan baru yang harus diantisipasi.
Beberapa ancaman yang menjadi perhatian pemerintah meliputi peredaran narkotika, judi online, perdagangan orang, kejahatan siber, korupsi, penyelundupan, pertambangan ilegal, hingga berbagai bentuk kejahatan ekonomi lainnya.
Meski mengapresiasi keberhasilan Polri dalam mengungkap ribuan kasus narkotika serta menjaga Indonesia dari aksi terorisme dalam beberapa tahun terakhir, Presiden meminta seluruh jajaran kepolisian agar tidak cepat berpuas diri.
Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan demi menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Honda Brio RS Facelift 2023 Makin Sporty, Pakai Spoiler Urban Lite dan Lips Bumper Hitam Glossy
Penegakan Hukum Harus Berkeadilan
Salah satu pesan penting dalam pidato tersebut adalah penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu.
Presiden menegaskan hukum tidak boleh tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Hukum juga tidak boleh dijadikan alat kepentingan politik maupun kelompok tertentu.
Ia meminta agar masyarakat kecil memperoleh perlindungan, sementara setiap pelaku pelanggaran hukum harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya menjaga demokrasi yang sehat. Kritik disebut sebagai bagian penting dalam kehidupan berbangsa, namun tidak boleh berkembang menjadi kebencian maupun perpecahan.
Enam Pesan Presiden untuk Seluruh Anggota Polri
Menutup pidatonya, Presiden menyampaikan enam pesan utama kepada seluruh anggota Polri.
Pertama, menjaga kepercayaan masyarakat sebagai modal utama institusi kepolisian.
Kedua, selalu hadir di tengah masyarakat dengan pelayanan yang humanis serta tidak mempersulit rakyat.
Ketiga, menegakkan hukum secara adil dengan keberanian membela kebenaran dan melindungi masyarakat lemah.
Keempat, terus meningkatkan profesionalisme melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan.
Kelima, memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, media, pelaku usaha, hingga seluruh elemen bangsa.
Terakhir, Presiden meminta Polri terus melakukan pembenahan internal, menjaga sikap rendah hati, serta selalu mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya.
Mengakhiri sambutannya, Presiden mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Polri sembari berharap institusi tersebut terus menjadi pelindung masyarakat serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Editor : Maylanni Diana Fitri