Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Hari Bhayangkara ke-80, Presiden Prabowo Soroti Ancaman Judi Online hingga Korupsi, Beri 6 Arahan untuk Polri

Maylanni Diana Fitri • Sabtu, 4 Juli 2026 | 16:55 WIB
Hari Bhayangkara ke-80 dimanfaatkan Presiden Prabowo untuk memberi enam arahan kepada Polri, termasuk pemberantasan judi online, korupsi, dan penegakan hukum.(Pinterest)
Hari Bhayangkara ke-80 dimanfaatkan Presiden Prabowo untuk memberi enam arahan kepada Polri, termasuk pemberantasan judi online, korupsi, dan penegakan hukum.(Pinterest)

BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan arah kebijakan sekaligus pesan penting kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa Polri harus menjadi institusi yang selalu berpihak kepada rakyat, profesional dalam bekerja, serta konsisten menegakkan hukum secara adil.

Mengusung tema "Polri untuk Masyarakat", Presiden menilai tema tersebut bukan sekadar slogan seremonial, melainkan harus menjadi pedoman dalam setiap tugas dan pengabdian anggota Polri di seluruh Indonesia. Menurutnya, keberhasilan pembangunan nasional tidak dapat dipisahkan dari terciptanya stabilitas keamanan yang dijaga aparat kepolisian.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, mulai dari narkotika, judi online, perdagangan orang, hingga korupsi. Karena itu, Hari Bhayangkara ke-80 diharapkan menjadi momentum memperkuat profesionalisme Polri dalam melindungi masyarakat.

Baca Juga: Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2026 Resmi, Portugal vs Spanyol dan Brasil vs Norwegia Jadi Sorotan

Stabilitas Jadi Fondasi Kemajuan Indonesia

Presiden Prabowo menegaskan Indonesia saat ini sedang menjalankan transformasi besar di berbagai sektor. Transformasi tersebut meliputi pembangunan ekonomi, birokrasi, pendidikan, energi, serta ketahanan pangan yang membutuhkan kondisi keamanan nasional tetap terjaga.

Ia mengingatkan bahwa tidak mungkin tercipta pertumbuhan ekonomi tanpa kepastian hukum. Begitu pula investasi tidak akan berkembang apabila keamanan nasional terganggu.

Menurut Presiden, keberadaan aparat kepolisian menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan pembangunan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap negara.

Polri Dinilai Aktif Dukung Program Pemerintah

Dalam pidatonya, Presiden memberikan apresiasi terhadap berbagai kontribusi Polri di luar tugas utama menjaga keamanan dan ketertiban.

Ia menyebut Polri aktif mendukung program ketahanan pangan melalui pengembangan produksi jagung, pembangunan gudang penyimpanan hasil panen, hingga penyediaan fasilitas pendukung di berbagai daerah.

Selain itu, Polri juga dinilai berperan dalam pembangunan lebih dari seribu dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), membantu pembangunan sumur bor, jembatan, serta memberikan bantuan kepada masyarakat saat terjadi bencana alam.

Presiden mengatakan keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa Polri hadir langsung di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi berbagai persoalan nasional.

Ancaman Kejahatan Semakin Modern

Meski memberikan apresiasi, Presiden mengingatkan tantangan yang dihadapi Polri ke depan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi.

Menurutnya, berbagai bentuk kejahatan terus mengalami perubahan, termasuk kejahatan siber, perdagangan orang, narkotika, penyelundupan, praktik pertambangan ilegal, perkebunan ilegal, hingga berbagai bentuk kejahatan ekonomi lainnya.

Presiden juga menyoroti bahaya judi online yang dinilai memberikan dampak besar terhadap kondisi sosial maupun ekonomi masyarakat.

Karena itu, ia meminta seluruh aparat kepolisian terus meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi serta kecerdasan buatan agar mampu menghadapi pola kejahatan modern yang semakin berkembang.

Baca Juga: Honda Brio Satya Berubah Jadi Brio RS, Pakai Head Unit Android 14 dan Mini Bi-LED ASH4

Penegakan Hukum Harus Berkeadilan

Dalam bagian lain pidatonya, Presiden kembali mengingatkan pentingnya penegakan hukum yang adil bagi seluruh masyarakat.

Ia menegaskan hukum tidak boleh tajam terhadap masyarakat kecil tetapi tumpul kepada pihak yang memiliki kekuasaan atau kekuatan ekonomi. Menurutnya, hukum harus menjadi pelindung bagi masyarakat yang lemah sekaligus memberikan kepastian bagi seluruh warga negara.

Presiden juga mengingatkan agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang, kriminalisasi, maupun penggunaan hukum untuk kepentingan kelompok tertentu.

Baginya, setiap warga negara memiliki hak yang sama di hadapan hukum sehingga aparat penegak hukum harus bekerja secara profesional dan independen.

Enam Pesan Presiden kepada Seluruh Anggota Polri

Sebagai penutup pidato, Presiden Prabowo menyampaikan enam arahan utama kepada seluruh anggota Polri.

Pesan pertama adalah menjaga kepercayaan masyarakat sebagai modal utama institusi kepolisian. Kedua, selalu hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ketiga, menegakkan hukum secara adil tanpa pandang bulu.

Selanjutnya, Presiden meminta Polri terus meningkatkan profesionalisme melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan. Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, media, hingga seluruh elemen bangsa.

Terakhir, Presiden meminta Polri tidak berhenti melakukan pembenahan internal, tetap rendah hati, terbuka terhadap kritik, dan terus menjaga kehormatan institusi demi memperkuat kepercayaan masyarakat.

 

Editor : Maylanni Diana Fitri
#hari bhayangkara ke-80 #penegakan hukum #Presiden Prabowo #polri #judi online