BLITAR KAWENTAR - Atmosfer tempo dulu langsung terasa begitu memasuki area Bazar Blitar Djadoel 2026. Di antara ratusan stan, booth nomor 15B milik Rumah BUMN Blitar di sisi barat panggung utama tampil mencuri perhatian. Meski berukuran minimalis, namun stan bertema kemerdekaan ini membawa misi besar yakni membawa UMKM lokal naik kelas.
Langkah strategis ini merupakan implementasi nyata dari fungsi Rumah BUMN dalam memperluas akses pasar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di ajang tahunan ini, mereka memamerkan berbagai produk unggulan hasil kurasi ketat yang selaras dengan napas lawas Bazar Blitar Djadoel.
"Kami ingin mengenalkan kembali tugas dan fungsi Rumah BUMN, sekaligus mendekatkan produk-produk binaan kami ke masyarakat luas dan para stakeholder," ujar Pengurus Rumah BUMN Blitar, Sulistyaningsih, Rabu (8/7).
Kehadiran Rumah BUMN Blitar di ajang ini tak lepas dari sokongan penuh program PLN Peduli melalui sponsorship PLN Peduli Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur.
Dukungan konkret inilah yang menjadi motor penggerak dan suntikan motivasi bagi para pelaku usaha untuk terus bertumbuh di tengah kompetisi pasar yang kian dinamis.
Dari total lebih dari 1.500 UMKM yang bernaung di bawah Rumah BUMN Blitar, hanya ada 11 UMKM terpilih yang berhasil lolos kurasi untuk mengisi stan pameran kali ini. Pembatasan ini sengaja dilakukan demi menjaga kualitas dan kesesuaian tema. Pengunjung bisa menjumpai beragam kuliner autentik, jajanan jadul, minuman tradisional, hingga produk kriya khas.
“Seluruh suvenir yang disediakan di stan ini juga diproduksi langsung oleh tangan-tangan kreatif UMKM lokal Blitar,” jelasnya.
Tidak hanya menjadi etalase produk, stan Rumah BUMN Blitar juga berfungsi sebagai pusat pelayanan dan konsultasi. Bagi para pelaku usaha yang ingin naik kelas, stan ini menyediakan layanan konsultasi gratis serta fasilitasi pengurusan legalitas usaha.
Selain itu, dibuka pula layanan registrasi website PLN Peduli, platform digital yang mengintegrasikan seluruh UMKM binaan PLN Peduli secara nasional. Pelaku usaha yang ingin mendaftar cukup membawa NIK dan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Menariknya, ada reward khusus berupa e-money dan suvenir eksklusif bagi pendaftar, serta one-page information yang mengupas tuntas profil Rumah BUMN Blitar.
Meski baru saja mengukir prestasi gemilang sebagai Juara 1 Nasional kategori Rumah BUMN dalam ajang PLN CID Impact Award, Rumah BUMN Blitar enggan jemawa. Penghargaan tersebut justru menjadi pelecut untuk memberikan dampak yang lebih masif.
Baca Juga: Satpol PP Kabupaten Blitar Terima Alokasi DBHCHT Rp 487 Juta untuk Berantas Rokok Ilegal
"Kami masih merasa harus terus berbuat lebih untuk membawa dampak nyata bagi tumbuh kembang usaha, khususnya di Blitar Raya dan wilayah kerja PLN UP3 Kediri," bebernya.
Target besarnya adalah merangkul lebih banyak pelaku usaha menuju status 'UMKM Naik Kelas'. Kriterianya pun komprehensif; tidak hanya mengukur lonjakan omzet dan legalitas, melainkan juga dampak sosial, kesetaraan gender, hingga inklusi bagi penyandang disabilitas.
"Lewat Blitar Djadoel 2026, kami bersama PLN Peduli membuktikan bahwa pelestarian tradisi bisa berjalan beriringan dengan modernisasi usaha demi mendongkrak ekonomi lokal," tandasnya. (mg1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah